Tim SAR evakuasi lima ABK kapal terdampar di Pulau Segama Lamtim

2 weeks ago 20

Lampung Timur (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) kapal nelayan yang terdampar di Pulau Segama, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) pada Selasa pagi.

Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan proses evakuasi berjalan cukup sulit akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi tiga awak kapal yang karam

“Alhamdulillah, penyelamatan terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang mengalami kebocoran dan tenggelam di sekitar Pulau Segama, Lampung Timur, sudah berhasil dievakuasi,” kata dia.

Ia menjelaskan kelima nelayan yang terdampar akibat kebocoran kapal tersebut, merupakan warga Desa Keramat, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

“Lima orang ABK itu, yakni Muktar, Kadir, Samsul, Saldi, dan Yaldi. Semuanya merupakan warga Desa Keramat,” ucapnya.

Menurutnya, evakuasi SAR tersebut bermula pada saat tim mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya nelayan yang terdampar dan membutuhkan pertolongan.

“Pada hari ini kapal nelayan berlayar dari Pelabuhan Bakauheni untuk melaut mencari ikan, tiba-tiba cuaca buruk dan terkena ombak, sehingga kapalnya mengalami kebocoran,” ujar dia.

Baca juga: SAR cari nelayan hilang di perairan laut Lampung Selatan Senin pagi

Baca juga: Penumpang kapal yang terdampar di perairan Lampung Timur diduga WNA

Ia mengatakan setelah mendapatkan laporan, tim SAR mempersiapkan peralatan dan berangkat menuju lokasi menggunakan KN SAR Basudewa untuk proses evakuasi.

“Kapten kapal sempat menghubungi pihak keluarga untuk memberitahukan posisi terakhir di Pulau Segama. Tim langsung bergerak menuju lokasi yang diduga tempat para korban terdampar. Jarak tempuh dari Bakauheni menuju Pulau Segama kurang lebih tiga jam,” katanya.

Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |