Solo (ANTARA) - Pelatih tim para bulu tangkis Indonesia Muhammad Nurrahman mengatakan Malaysia, Thailand, dan Vietnam menjadi tiga kekuatan utama yang perlu diantisipasi, dalam ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025, pada 20-26 Januari.
Menurut dia, ketiga negara tersebut memiliki keunggulan di sejumlah kelas pertandingan, seperti klasifikasi tangan, kursi roda (wheelchair), dan berdiri.
"Dari Malaysia itu klasifikasi tangan dan wheelchair bagus," kata dia di Solo, Rabu.
Baca juga: Raih dua emas jadi target realistis tim boccia Indonesia di APG 2025
Dia menjelaskan, persiapan Indonesia sejauh ini berjalan sesuai rencana, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental atlet.
Seluruh atlet juga dalam kondisi siap guna berangkat dan menjalani pertandingan di Negeri Gajah Putih itu.
Untuk mengikuti multievent olahraga se-Asia Tenggara itu, Indonesia menurunkan total 22 atlet, baik putra maupun putri, guna mengikuti enam kelas pertandingan, yakni di nomor tunggal dan ganda.
Untuk meningkatkan peluang meraih medali sebanyak-banyaknya, lanjut dia, tim kepelatihan telah memetakan kekuatan masing-masing negara pesaing.
Selain Malaysia yang dinilai memiliki keunggulan pada nomor dengan klasifikasi tangan dan kursi roda, tuan rumah Thailand juga lawan yang tangguh di sektor putri.
Baca juga: Jendi antusias tampil di APG 2025 karena ditonton langsung keluarga
Adapun Vietnam, tambah Nurrahman, menjadi salah satu pesaing kuat lainnya.
"Ya untuk kelas berdiri itu sebenarnya kekuatannya cukup merata namun tetap harus diantisipasi dari tiga negara tersebut," ujar dia.
Menghadapi persaingan dalam APG Thailand 2025, tim para bulu tangkis Indonesia memasang target enam hingga tujuh medali emas.
Tetapi, pelatih itu berharap anak asuhnya mampu melampaui target dengan torehan delapan hingga sembilan emas, seiring dengan kesiapan tim dan strategi yang telah disusun.
Baca juga: Mental membara jadi modal utama tim para renang bidik medali APG 2025
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































