Jakarta (ANTARA) - Kekurangan zat gizi tertentu dalam jangka panjang bisa berpengaruh pada imunitas, keseimbangan hormon, kesuburan, dan kesehatan perempuan secara keseluruhan.
"Kekhawatiran yang sebenarnya adalah bahwa gejalanya merayap perlahan dan pada saat mereka dikenali, kehidupan sehari-hari sudah terpengaruh," kata ahli patologi dan hematopatologi Dr Kamlesh Prajapti dari Agilus Diagnostics sebagaimana dikutip dalam siaran Hindustan Times pada Sabtu (7/2).
Dia menyebut zat besi, vitamin B12, dan folat sebagai zat gizi penting yang jika tidak terpenuhi bisa berdampak buruk terhadap kesehatan perempuan.
Zat besi
Dr. Prajapti menjelaskan bahwa zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah, yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen secara efisien.
"Itulah mengapa saat kadar zat besi rendah sering muncul kelelahan terus-menerus, sesak napas, pusing, berkurangnya kapasitas kerja, atau infeksi berulang," katanya.
Kalau tidak segera ditangani, defisiensi zat besi bisa menyebabkan perempuan mengalami gangguan menstruasi yang tidak teratur, masalah kehamilan dan pemulihan fisik setelah melahirkan, serta gejala seperti rambut rontok, kulit pucat, dan kelelahan.
Dr. Prajapti merekomendasikan konsumsi bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, gula aren, kurma, daging merah, dan kuning telur untuk memenuhi kebutuhan zat gizi.
Selain itu, makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan tomat dapat dikonsumsi untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.
Vitamin B12
Dr. Prajapti menyampaikan bahwa vitamin B12 menjaga saraf tetap sehat, mendukung fungsi otak, serta membantu pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA.
Kekurangan vitamin B12 antara lain ditandai dengan gejala seperti sering kelelahan yang berlarut-larut, kesemutan di tangan atau kaki, konsentrasi yang memburuk, dan perubahan suasana hati.
Kebutuhan vitamin B12 bisa dipenuhi dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, telur, ikan, dan daging.
Folat
Pemenuhan kebutuhan folat atau vitamin B9 utamanya penting sebelum dan selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel, membantu mengurangi risiko kelainan perkembangan, serta berkontribusi imunitas dan kesehatan secara keseluruhan.
Kecukupan asupan folat sebelum dan selama kehamilan penting untuk mendukung kesehatan janin dan menurunkan risiko cacat lahir.
Selain itu, defisiensi folat bisa menyebabkan risiko anemia dan penurunan daya tahan tubuh.
Zat gizi ini antara lain terkandung dalam sayuran berwarna hijau tua seperti brokoli, asparagus, alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, dan biji-bijian utuh.
Baca juga: Rekomendasi menu makan malam yang baik untuk kesehatan jantung
Baca juga: Waspadai kesalahan dalam menerapkan diet untuk menurunkan berat badan
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































