Pemburu nyale di Pantai Seger hingga dekat Sirkuit Mandalika

2 hours ago 3

Lombok Tengah (ANTARA) - Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah baik wisatawan lokal maupun asing turun di laut Pantai Seger dengan sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat untuk menangkap nyale (cacing laut) yang dipercaya merupakan jelmaan legenda Putri Mandalika.

"Nyale yang keluar hari ini sedikit,," kata Koko warga asal Cakranegara Kota Mataram, Minggu.

Para pemburu nyale atau warga dari berbagai daerah mereka datang sejak sore hingga Sabtu malam (7/2) dan Minggu (8/2) dini hari.

Mereka membawa alat tangkap nyale berupa jaring, ember dan lampu senter, setelah dini hari sebelum matahari terbit mereka turun ke laut di Pantai Seger untuk menangkap cacing laut yang dipercaya merupakan jelmaan Putri Mandalika.

Ia mengatakan mencari nyale tidak semudah yang dilihat di media sosial, bisa diambil banyak dengan menggunakan sorok atau alat tangkap nyale. Namun, fakta di lapangan terasa sulit mencari nyale untuk ditangkap dan membutuhkan ketekunan serta kejelian, karena gelap.

"Saya cari nyale tiga jam, dapat sedikit. Saya kira bisa dapat satu ember," katanya.

Baca juga: Hidangan cacing laut nan autentik dari Lombok

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu M Iqbal saat membuka acara malam puncak Bau Nyale mengatakan malam puncak Bau Nyale ini diguyur hujan, semoga ini membawa berkah untuk masyarakat dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.

"Malam ini hujan, semoga menjadi berkah untuk semuanya," katanya.

Ia mengatakan bau nyale merupakan tradisi budaya yang harus tetap dilestarikan, karena belajar kearifan lokal terkait dengan pengorbanan untuk kepentingan masyarakat.

"Nyale ini mengajarkan semua tentang pengorbanan," katanya.

Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Bau Nyale untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Semua side event Bau Nyale ini dilaksanakan untuk memperkuat pengembangan budaya dalam mendukung promosi pariwisata," katanya.

Bupati meyakinkan, pengembangan budaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah.

"Budaya ini bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah," katanya.

Berdasarkan hasil sangkap warige atau musyawarah dari para tokoh adat, puncak Bau Nyale disepakati pada 7-8 Februari 2026.

Baca juga: Perburuan nyale jadi penguat ikatan sosial

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |