Tanamkan literasi ekologi, Jagat Satwa Nusantara gelar cerdas cermat 

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) - Jagat Satwa Nusantara (JSN) menggelar Cerdas Cermat bagi siswa SD dan SMP se-Jabodetabek untuk menanamkan literasi ekologi dan mendorong kepedulian anak sekolah terhadap satwa.

Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara Muhammad Fardhan Khan saat Grand Final Cerdas Cermat yang digelar di Jagat Satwa Nusantara, TMII, Jakarta Timur, Rabu, mengatakan program ini untuk menanamkan kesadaran bahwa satwa dan lingkungan bukan sekadar materi pelajaran, tetapi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi antara sekolah, orang tua dan lembaga konservasi, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam membentuk generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan," ujarnya.

Menurut dia, kompetisi ini merupakan hasil penyaringan ketat dari hampir 100 sekolah di Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang mendaftar sejak November hingga Desember 2025. Namun, hanya 28 sekolah yang masuk dalam babak penyisihan.

Kemudian, dalam proses seleksi tersebut sebanyak 21 sekolah berhasil melaju ke babak final, yang terdiri dari 18 SD dan tiga SMP.

Baca juga: Jagat Satwa Nusantara terima satwa yang dilindungi hasil sitaan BKSDA

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Konservasi tidak hanya muncul dari laboratorium, tapi juga muncul di ruang-ruang kelas dan rasa penasaran terhadap kekayaan hayati nusantara," kata Fardhan.

Dia mengatakan, materi yang diujikan pada cerdas cermat tersebut disesuaikan dengan kurikulum pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ia mengaku, pihaknya memiliki tim edukasi pribadi yang berperan sebagai pembuat soal.

“Kami punya tim edukasi di dalam, kita sebutnya tim ekor (edukasi konservasi). Tim ekor ini ketika membuat soal-soal terlebih dahulu mengecek kurikulum apa yang sedang dijalankan oleh pemerintah," ucapnya.

Jagat Satwa Nusantara berencana membuka partisipasi dari siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi. "Ini adalah program perdana kami dan mencoba membuka untuk siswa SD dan SMP. Ke depan, kita pengin menyasar yang lebih tinggi lagi, bisa SMA SMK dan perguruan tinggi," Fardhan.

Baca juga: PKBSI-Jagat Satwa Nusantara ajak media dukung konservasi satwa liar

Juara satu akan mendapatkan uang senilai Rp7,2 juta, tiga tas berisi suvenir, 20 tiket masuk wahana jagat satwa, voucer Gramedia Rp1,1 juta dan gratis masuk TMII setahun.

Sedangkan, juara dua mendapatkan uang Rp5,3 juta, tiga tas suvenir, 15 tiket masuk wahana jagat satwa, voucer gramedia Rp900.000 dan gratis masuk TMII setahun.

"Juara tiga dapat uang Rp4,3 juta, tiga tas suvernir, 12 tiket masuk wahana jagat satwa, voucer Gramedia Rp600.000 dan gratis masuk TMII setahun," katanya.

Direktur Utama PT Bhumi Visatanda, Ratri Paramitha menyambut baik kegiatan cerdas cermat bagi anak-anak SD dan SMP tersebut.

"Menurut saya, cerdas cermat ini harus dipertahankan. Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tempat kami menjadi lokasi edukasi, satwa, budaya, konservasi dan lainnya," ujarnya

Baca juga: Jagat Satwa Nusantara gelar program "Jagatualang" di Taman Burung

Para juara lomba cerdas cermat mendapatkan tiket masuk gratis selama satu tahun. "Semoga adik-adik semua yang ikut lomba bisa jadi pemenangnya,' kata Ratri.

Sementara itu, Kepala Seksi SMK Dinas Pendidikan DKI Jakarta Wanito Handoyo sangat mengapresiasi acara itu.

Dia mengatakan hadirnya program cerdas cermat ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

"Anak-anak generasi Z tidak bisa dididik dengan cara lama. Melalui sinergi pemerintah, lembaga konservasi, dan media, kita ciptakan ekosistem pendidikan luar sekolah yang menyenangkan, namun tetap edukatif," kata dia.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |