Tanah Datar siapkan lahan relokasi sekolah terdampak tanah bergerak

1 week ago 15

Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) segera menyiapkan lahan untuk merelokasi pondok pesantren dan sekolah dasar yang terdampak tanah bergerak dan banjir bandang serta berada di dalam zona merah.

"Kami harus mempersiapkan (relokasi), yang terban tentu tidak bisa lagi di sana. Tetapi sementara anak-anak belajar di tenda darurat dulu," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra di Kabupaten Tanah Datar, Minggu.

Bupati mengatakan bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 menyebabkan dinding atau area kiri dan kanan Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh terban.

Khusus di satuan pendidikan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah mendirikan tenda darurat sejak awal Januari 2025. Selain tenda, pemerintah juga menyiapkan toilet portabel. Sementara, pondok pesantren di daerah Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan sudah tidak memungkinkan untuk ditempati karena berada dalam kawasan rawan.

"Ada pesantren di daerah Malalo itu sudah tidak bisa ditempati, dan harus kita bangun lagi di tempat yang lebih aman," ujarnya.

Eka Putra bersama tim dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mendatangi lokasi-lokasi yang terdampak tanah bergerak seperti yang terjadi di dalam kawasan SD Negeri 11 Bungo Tanjuang.

Terpisah, salah seorang guru SD Negeri 11 Bungo Tanjuang, Herna Permata Sari mengatakan aktivitas proses belajar mengajar di tenda darurat sudah dilakukan sejak awal Januari 2026 menyusul beberapa kelas yang terancam ambruk.

Dalam sehari terdapat dua kelas secara bergantian yang mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat tersebut. Pihak sekolah juga melakukan beberapa penyesuaian di antaranya durasi jam pelajaran.

Ia mengatakan polisi sudah dua kali memasang garis polisi di sekeliling sekolah menyusul terbannya dinding tebing. Pemasangan pertama dilakukan di akhir 2024 dimana saat itu bangunan toilet dan tempat berwudu di bagian kiri sekolah ambruk usai hujan deras selama beberapa hari. Kemudian, polisi kembali memasang garis polisi di bagian kanan sekolah setelah dinding tebing juga ambruk yang mengakibatkan beberapa bangunan sekolah retak.

Baca juga: Warga Sekumur desa yang hilang butuh benih palawija dan pakaian Muslim

Baca juga: Pamsimas masyarakat Tanah Datar berangsur pulih setelah bencana

Baca juga: Petani manggis Tanah Datar mulai bangkit setelah terdampak bencana

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |