Jakarta (ANTARA) - Sutradara Benni Setiawan mengaku bersikeras memasukkan dialog kunci yang memuat inti pesan film terbaru yang disutradarainya bertajuk "Penerbangan Terakhir".
Dialog tersebut menyoroti kepedean laki-laki saat terlibat dalam sebuah hubungan terlarang, di mana inti pesannya adalah laki-laki sering kali tetap aman di ranah publik sementara perempuan akan lebih berat menanggung konsekuensinya.
"Ya, memang dialog itu kita pikirkan dulu dengan matang, harus ada. Di sini menunjukkan bahwa karakter Deva itu seorang laki-laki yang memang ingin menang sendiri dan egois. Dan itu juga mencerminkan banyak laki-laki pada umumnya. Jadi itu semacam sindiran," ujar Benni seusai pemutaran pratayang film tersebut di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.
Benni memberikan konteks bahwa melalui dialog ini, ia ingin menyentil realitas di masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana dulu dalam kasus-kasus seperti hubungan asmara pranikah, perempuan selalu menjadi pihak yang tidak berani bersuara.
"Laki-lakinya kayaknya biasa saja ya," kata Benni. "Jadi, sekali perempuan berbuat dosa, dunia menangis. Tapi ribu-ribu kali laki-laki berbuat dosa, dunia masih tertawa. Itu pepatahnya," jelasnya.
Melalui film Penerbangan Terakhir, ia ingin memberikan sudut pandang cerita tentang bagaimana yang terjadi jika perempuan tidak kunjung berani mengambil sikap yang tegas pada lelaki yang merasa berkuasa.
Baca juga: Jerome Kurnia dikira pilot asli saat syuting film Penerbangan Terakhir
Benni berharap keberadaan dialog dan pesan dalam film ini bisa mendorong para perempuan untuk lebih berani mengambil sikap tegas.
"Sangat-sangat penting untuk semua perempuan di luar sana, mau kasih tahu bahwa mereka tidak sendirian. Asal berani speak up. Dan mereka bakal bisa keluar dari jebakan yang bikin mereka jadi korban ini," kata Benni.
Ia juga memperingatkan bahwa saat ini laki-laki tidak bisa lagi merasa aman dengan kekuasaannya karena kekuatan media sosial.
"Sudah diviralin sekarang. Jadi jangan takut kalau laki-laki itu merasa aman," kata Benni sebagai penutup,
Film Penerbangan Terakhir yang dibintangi aktor Jerome Kurnia sebagai pilot bernama Deva dan Nadya Arina sebagai pramugari bernama Tiara dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Januari 2026.
Hubungan yang rumit antara pilot dan pramugari inilah yang menjadi inti utama dari cerita tersebut. Tambahan lagu "Apakah Kita Hanya Bercanda?" dari Tissa Biani sebagai salah satu lajur suara dalam film, penonton dapat membayangkan seperti apa Jerome Kurnia memainkan perannya dalam film Penerbangan Terakhir.
Menurut produser eksekutif Shalu T.M, film Penerbangan Terakhir yang turut dibintangi Aghniny Haque, Nasya Marcella, hingga Devina Bertha itu sudah menggelar pemutaran pratayang di 10 kota yaitu Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar pada 10 sampai 11 Januari.
Shalu mengatakan cerita film tersebut penting untuk diceritakan sebagai edukasi untuk khalayak luas, khususnya kepada para perempuan belia agar memperoleh wawasan dari pengisahan watak manipulatif karakter di dalam film fiksi yang diangkat dari novel karya Annastasia Anderson, seorang perempuan yang pernah menjadi pramugari itu.
Baca juga: Benni Setiawan: Jumlah layar meningkat cerminan kualitas film lokal
Baca juga: Dilema talak tiga dalam film "Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih"
Baca juga: Sinopsis film horor terbaru "Alas Roban" tayang 15 Januari 2026
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































