Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 81 persen atau lebih dari delapan dari sepuluh orang Indonesia optimistis kesejahteraan ekonomi mereka akan meningkat dalam 12 bulan ke depan.
“Lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia atau 81 persen responden menyatakan optimistis terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang,” demikian hasil Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan Herbalife.
Selain optimisme ekonomi, survei tersebut juga mencatat 86 persen responden Indonesia optimistis terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam satu tahun mendatang, dengan 58 persen menyatakan merasa berdaya untuk mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik.
Untuk mencapai tujuan ekonomi, responden Indonesia berencana mengurangi pengeluaran barang non-esensial (67 persen) serta memulai usaha (47 persen). Faktor keluarga (76 persen) dan tujuan pribadi (66 persen) menjadi pengaruh utama dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Baca juga: Masalah kesehatan jiwa lebih banyak dialami wanita dibanding pria
Sementara di bidang kesehatan, langkah yang paling banyak direncanakan adalah meluangkan lebih banyak waktu untuk berolahraga (64 persen), menghentikan kebiasaan tidak sehat (61 persen), serta menyiapkan makanan yang lebih sehat (45 persen). Adapun hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya disiplin (59 persen) dan keterbatasan waktu (41 persen).
Director & General Manager of Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko dalam keterangannya pada Senin mengatakan, responden Indonesia termasuk yang memiliki tingkat keyakinan tinggi dalam pencapaian tujuan kesehatan dan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
“Survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat keyakinan ekonomi dan kesehatan yang tinggi di wilayah APAC. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya gaya hidup sehat dan kesejahteraan,” kata Oktrianto.
Survei juga menunjukkan tingkat optimisme yang lebih tinggi di kalangan pengusaha dibandingkan non-pengusaha. Sebanyak 84 persen pengusaha Indonesia optimistis terhadap peningkatan kesejahteraan finansial dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan 76 persen pada kelompok non-pengusaha. Tingkat keyakinan kesehatan dan kesejahteraan pengusaha tercatat 76 persen, lebih tinggi dibandingkan non-pengusaha yang sebesar 66 persen.
Survei Asia Pasifik Health and Economic Empowerment Survey 2025 dilakukan pada Oktober 2025 terhadap 8.505 responden di 11 negara, yaitu Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Baca juga: Survei mencatat ibu kerap abaikan kesehatan diri demi keluarga
Baca juga: Survei Persepsi Publik Terbaru Ungkap Kesenjangan Pemahaman tentang Pengobatan Kanker di Indonesia
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































