Jakarta (ANTARA) - Aktor Angga Yunanda menceritakan tantangan membintangi film terbaru “Para Perasuk” garapan sutradara Wregas Bhanuteja.
Memerankan karakter Bayu sebagai perasuk yang mencari roh, Angga melakukan adegan merayap di atas tanah yang dinilainya cukup sulit.
“Paling sulit itu karena kontur tanah, pas ngerangkak dan merayap itu otomatis kan debunya pasti naik ke atas, jadi masuk ke hidung aku sampai kayak sesak napas,” kata Angga saat temu media usai pratayang film “Para Perasuk” di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Angga Yunanda cerita jadi “manusia silver” di film Para Perasuk
Angga juga mengatakan salah satu adegan yang dinilainya berat saat ia harus berlari beberapa kali mengelilingi area yang cukup luas.
“Itu ada yang pas aku nyari roh antara kera, macan, sama lintah. Lari aku kelilingin pohon, terus kayaknya gede ya sebenarnya kalau aslinya lumayan kayak dua kali lapangan padel,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Angga mengaku tersentuh saat memahami perjalanan karakter Bayu. Ia menilai Bayu menggambarkan perjuangan meraih mimpi di tengah keterbatasan.
Baca juga: Sutradara Wregas tegaskan “Para Perasuk” bukan film horor
“Aku melihat Bayu terus jadi ikut merasakan gimana dia berusaha keras untuk bisa menggapai mimpi dan impiannya. Tapi mungkin saking kerasnya dia berusaha, awalnya mungkin itu menjadi ambisi sampai akhirnya itu menjadi obsesi, berakibat banyak hal yang harus dia korbankan,“ tuturnya.
Film “Para Perasuk” mengeksplorasi kisah pencarian obsesif dari anak muda untuk menjadi perantara roh, di saat kekuatan dari luar tengah mengancam desanya.
Dibintangi juga oleh Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, film “Para Perasuk” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.
Baca juga: Maudy Ayunda isi original soundtrack film “Para Perasuk”
Baca juga: Film Para Perasuk dapat “standing ovation di Sundance Film Festival
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































