Banda Aceh (ANTARA) - Suasana haru mewarnai perpisahan Prajurit Yonif 115/ Macan Leuser yang mengakhiri tugas kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang-- terdampak parah akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Para personel TNI yang terlibat langsung dalam pemulihan pascabencana termasuk membersihkan sekolah tertimbun lumpur akibat banjir bandang di lepas oleh para guru dan juga masyarakat Kuala Simpang.
"Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kepedulian yang telah diberikan kepada kami terutama dalam membersihkan fasilitas publik," kata guru SD Negeri 4 Kuala Simpang, Sapaiah di Aceh Tamiang, Kamis.
Ia menjelaskan selama menjalankan tugas kemanusiaan, Prajurit Macan Leuser yang terjun langsung ke lokasi terdampak banjir ikut berbaur dengan warga dan dewan guru.
Para prajurit membantu membersihkan sisa material banjir, lumpur yang ada di fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah-sekolah, jalan utama, hingga saluran air dan gorong-gorong agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Selama melaksanakan aksi kemanusiaan tersebut kebersamaan dengan warga terjalin dengan baik sehingga meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: UIN Bukittinggi trauma healing siswa di Agam bangkitkan semangat anak
"Kami sangat terharu dan bersyukur. Prajurit Macan Leuser datang bukan hanya membantu membersihkan sekolah, tetapi juga memberi semangat kepada kami dan anak-anak. Kehadiran mereka membuat kami merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Kuala Simpang, Rahmat (45), yang menilai kehadiran TNI telah membawa dampak besar bagi percepatan pemulihan pascabanjir.
"Kalau tidak dibantu TNI, mungkin sampai sekarang kondisi lingkungan kami masih kotor dan sulit beraktivitas. Mereka bekerja tulus, tanpa pamrih, dan benar-benar dekat dengan rakyat,” katanya.
Baca juga: PBM siswa SDN 05 Kayu Pasak Agam di tenda darurat berjalan lancar
Baca juga: Pengungsi bencana alam di Agam ucapkan terima kasih pada pemerintah
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































