Stella dorong penguatan ketahanan nasional lewat sains dan teknologi

3 weeks ago 7
Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong penguatan ketahanan nasional melalui pengembangan sains dan teknologi (saintek).

Hal tersebut dipaparkan dalam kegiatan "Strategic Foresight and National Resilience Series", sebuah kemitraan strategis antara Universitas Pertahanan (Unhan) dan King’s College London di Kampus Unhan, Bogor, Rabu (14/1).

"Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama," kata Wamendiktisaintek Stella Christie melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Wamendiktisaintek menekankan strategi keamanan dan ketahanan merupakan aset terbaik sebuah negara, bahkan sering kali menjadi aset yang paling dijaga dalam bidang geopolitik.

Baca juga: Stella Christie: Indonesia sangat membutuhkan industri berbasis sains

Ia menilai inisiatif strategis di bidang pertahanan dan ketahanan nasional perlu berakar pada perguruan tinggi, khususnya Unhan, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta komunitas pertahanan Indonesia.

Namun demikian penguatan tersebut harus diiringi dengan upaya keberlanjutan untuk mengembangkan dan memperluas kapasitas nasional, terutama melalui pembangunan sumber daya manusia serta penguatan sains dan teknologi.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa.

Menurut dia, kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. Bukan berarti pengajaran tidak penting, tetapi pengajaran harus berbasis pada riset.

"Bukan suatu kebetulan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan. Kita harus kuat dalam riset," ucap Wamendiktisaintek Stella Christie.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong sains mampu menjawab permasalahan masyarakat

Sementara itu Rektor Unhan Jonni Mahroza menyebutkan kampus bukan hanya pusat pengetahuan, melainkan laboratorium pemikiran masa depan di bidang pertahanan dan keamanan.

Jonni juga menambahkan kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mentransformasikan kerja sama menjadi keterlibatan akademik yang bermakna, pertukaran gagasan dan perspektif, serta memperkaya kapasitas intelektual para pemimpin masa depan.

"Kerja sama antara Unhan dan King’s College London bukan sekadar kolaborasi institusional, melainkan merepresentasikan komitmen bersama untuk membina pemikiran strategis, kepemimpinan yang beretika, serta kemampuan berpikir kritis," ucap Jonni Mahroza.

Baca juga: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |