Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Indra mengatakan, adanya paradigma baru dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional yang berorientasi pada upaya memajukan dunia industri dengan komitmen mensejahterakan pekerja.
“Kemajuan industri harus selalu diiringi dengan kesejahteraan para pekerjanya,” ujar Indra dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurut Indra, paradigma baru ketenagakerjaan Indonesia berpijak pada tagline Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, “maju industrinya, sejahtera pekerjanya”, yang tidak boleh dipahami secara terpisah.
Ia mengatakan, tugas Kementerian Ketenagakerjaan tidaklah mudah. Dengan jumlah pekerja sekitar 146 juta orang, beban yang dihadapi sangat kompleks, mulai dari persoalan administratif hingga isu-isu substantif.
Baca juga: Ilham Habibie: Kemenaker pintu masuk pengakuan insinyur lewat SKKNI
Salah satu pekerjaan rumah besar adalah persoalan kompetensi atau link and match antara dunia pendidikan dengan dunia industri.
Harus ada penataan kompetensi dan relasi dunia pendidikan dan dunia industri agar lulusan pendidikan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
Dalam setahun kepemimpinan Prof Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan, Indra menyampaikan sudah banyak legasi yang dihadirkan dan perubahan paradigma yang mewarnai berbagai kebijakan ketenagakerjaan.
Kebijakan pengupahan yang lebih baik, pembinaan hubungan industrial yang harmonis dan transformatif, penguatan law enforcement, upaya masif dan sistemik dalam pembudayaan K3, program pemagangan nasional bagi fresh graduate dengan uang saku setara upah minimum, berbagi program skilling, upskilling, dan re-skilling, serta reformasi birokrasi dalam rangka menghadirkan birokrasi yang bersih dan profesional.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman siapkan data bagi program padat karya Kemenaker
Selain itu, dengan semangat meaningful participation, Yassierli memposisikan kantor Kementerian Ketenagakerjaan sebagai rumah bersama bagi buruh, pengusaha, dan rakyat secara umum.
“Berbagai audiensi, beliau mendengarkan langsung aspirasi dan memahami cara pandang serikat buruh, serikat pekerja, dan juga berbagai stakeholder Kemnaker lainnya,” kata Indra.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































