Simpang Empat (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh Puluh dan Satu Tondano Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat memastikan penerima manfaat berkebutuhan khusus akan diakomodasi.
"Dari 3.000 penerima manfaat MBG, delapan diantaranya sudah terdata memiliki alergi atau berkebutuhan khusus. Kita pastikan mereka memperoleh manfaat," kata Kepala SPPG Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh Puluh dan Satu Tondano Simpang Empat Genta Permana di Simpang Empat, Rabu.
Baca juga: BGN Pasaman Barat ingatkan SPPG MBG jaga kualitas makanan
Menurutnya, penerima manfaat tersebut akan diberlakukan secara khusus. Saat menu yang tidak bisa dikonsumsi, yang bersangkutan akan diganti dengan menu berbeda.
Dari delapan orang itu, terdapat tujuh orang yang alergi telur ayam dan satu diantaranya tidak makan nasi putih.
"Kebutuhan tersebut sudah menjadi perhatian dari pihak dapur dan petugas yang mengantarkan langsung ke sekolah," ujarnya.
Selain itu, guru yang berada di masing-masing kelas sudah memberikan tanda khusus untuk siswa yang bersangkutan.
Pihaknya juga terus melakukan koordinasi lanjutan dengan sekolah, termasuk mengupdate kebutuhan khusus dan evaluasi lanjutan dalam proses distribusi.
Baca juga: BGN: Sudah ada 17 SPPG mendaftar di Pasaman Barat
Baca juga: Pemkab Pasaman Barat usulkan dua lokasi pembangunan SPPG
Sebab, katanya, dari total lima sekolah yang menjadi sasaran MBG, satu diantaranya merupakan Taman Kanak-kanak, dua Sekolah Dasar, satu SMP negeri dan satu madrasah negeri dengan jadwal pengantaran yang disesuaikan permintaan.
Pihaknya belum menemukan kendala yang berarti dalam memenuhi penerima manfaat berkebutuhan khusus.
"Saat ini distribusi MBG masih berjalan sesuai dengan regulasi dan waktu yang sudah disepakati dengan pihak sekolah," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































