Batam (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 41.369 penerima manfaat kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita) dilayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di 133 kelurahan dan desa.
Kepala Regional SPPG Kepri Anindita Ayu mengatakan data tersebut merupakan capaian khusus untuk kelompok 3B.
“Untuk 3B, data yang tercatat di sistem saat ini terdiri atas balita sebanyak 31.244 orang, ibu menyusui 6.990 orang, dan ibu hamil 3.135 orang. Totalnya 41.369 penerima,” ujar Anindita saat dihubungi di Batam, Rabu.
Ia menjelaskan kelompok 3B memerlukan pembaruan data secara berkala karena perubahan status ibu, dan usia balita.
“Biasanya usulan penerima, bertambah atau berkurang, itu berasal dari kader di lapangan. Mereka yang paling tahu kondisi warganya,” katanya.
Terkait balita penerima MBG, Anindita menyebut layanan diberikan hingga anak berusia lima tahun.
“Kebanyakan saat anak sudah tidak menerima sebagai kelompok 3B akan melanjutkan MBG dari TK-nya,” ujar dia.
Baca juga: BKKBN pastikan distribusi MBG 3B berjalan sesuai SOP di Denpasar
Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri Rohina menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG untuk kelompok 3B saat ini telah menjangkau 133 kelurahan dan desa di Kepri dari total 418 desa dan kelurahan yang ada.
“MBG untuk 3B ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting. Kami melakukan monitoring lewat petugas lapangan kita yaitu Penyuluh Keluarga Berencana beserta Tim Pendamping Keluarga,” ujar Rohina.
Anindita juga mengatakan pemberian insentif kepada tenaga pelaksana di lapangan seperti kader pos pelayanan terpadu (posyandu) tetap berjalan.
“Untuk insentif kader posyandu perhitungannya adalah Rp1.000 per penerima manfaat per hari operasional (Senin-Sabtu),” katanya.
Baca juga: Satgas Bangkalan temukan menu MBG tidak layak
Baca juga: Petugas SPPG Danupayan pakai kostum warok saat antar MBG ke sekolah
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































