Spesialis gizi tegaskan pemenuhan gizi optimalkan tumbuh kembang anak

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (INA) Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, menegaskan bahwa pemenuhan gizi optimal mampu mendukung tumbuh kembang anak termasuk fungsi kognitif pada anak usia sekolah.

"Dalam mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak, penting untuk memastikan asupan gizi yang optimal dan seimbang setiap hari," kata Luciana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Protein dan zat besi menjadi dua zat gizi penting karena berperan dalam pembentukan jaringan tubuh serta mendukung perkembangan otak, konsentrasi dan daya ingat anak. Asupan protein dan zat besi perlu didukung nutrisi lainnya seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral agar fungsi tubuh dan kognitif anak dapat berjalan optimal.

Baca juga: Asupan gizi dan anemia berkaitan dengan kemampuan kognitif anak

Kecukupan gizi, menurut Luciana, menjadi hal penting dalam mencegah anemia dan stunting. Oleh karena itu, anak perlu mendapatkan asupan makan bergizi seimbang dengan variasi berbeda dalam seminggu, termasuk karbohidrat, serat dan protein.

Luciana mengingatkan untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, diperlukan kombinasi dengan asupan yang mengandung vitamin C.

Dia mencontohkan variasi menu protein dalam sehari, misalnya asupan protein pada pagi hari bisa didapat dari telur. Kemudian, pada makan siang, anak bisa mengonsumsi ikan, sementara pada malam hari, protein nabati bisa didapat dari tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Tubuh anak dapat berkembang secara optimal bila zat gizi yang diperlukan tubuh dapat tercukupi. Sebaliknya, kekurangan nutrisi pada anak bisa berdampak pada gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan, fungsi imun, dan gangguan kesehatan secara keseluruhan.

Kekurangan nutrisi bisa menyebabkan anak mudah terkena penyakit, yang akan berdampak tubuh menjadi kurus. Jika dibiarkan terus menerus, kekurangan nutrisi bisa berakibat pada otak anak tidak berkembang secara optimal.

Studi yang dilakukan oleh Indonesia Health Development Center menunjukkan asupan gizi, anemia defisiensi besi dan stunting bisa berdampak pada working memory, kemampuan otak menyimpan dan mengolah informasi yang berperan dalam konsentrasi dan pemahaman.

Baca juga: Faktor penentu tinggi badan anak, dari genetik hingga pola hidup

Baca juga: Konsumsi susu berlebihan ganggu penyerapan zat besi pada anak

Baca juga: Dokter nilai pembatasan medsos dukung tumbuh kembang anak

Baca juga: Asupan gizi seimbang sebaiknya diberikan pada anak sedini mungkin

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |