SpaceX minta izin luncurkan sejuta satelit untuk pusat data

2 days ago 1

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kedirgantaraan SpaceX mengajukan permohonan izin ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC) untuk meluncurkan satu juta satelit guna mewujudkan sebuah "pusat data orbital."

Engadget pada Minggu (1/2) mewartakan bahwa berdasarkan dokumen permohonan SpaceX yang diperoleh PCMag, pusat data itu akan beroperasi menggunakan tenaga surya dan menyediakan kapasitas komputasi untuk kebutuhan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk itu meminta izin untuk "menggelar satu sistem dengan hingga satu juta satelit yang beroperasi dalam cangkang orbit sempit dengan rentang hingga 50 kilometer masing-masing."

Menurut dokumen pengajuan permohonan izin SpaceX, "pusat data orbital merupakan cara paling efisien untuk memenuhi permintaan daya komputasi AI yang terus meningkat" karena menggunakan "tenaga surya dengan biaya operasional dan perawatan yang sangat rendah."

Menurut siaran TechCrunch, SpaceX mengajukan permohonan izin untuk meluncurkan konstelasi yang mencakup hingga satu juta satelit bertenaga surya untuk mendukung pusat data AI.

Baca juga: SpaceX kantongi izin luncurkan 7.500 satelit Starlink tambahan

Berdasarkan data dari Badan Antariksa Eropa (ESA), saat ini sudah ada sekitar 15.000 satelit buatan manusia yang mengorbit Bumi, dan jumlah tersebut sudah menimbulkan polusi dan masalah puing-puing di antariksa.​​​​​​​

Sementara itu, SpaceX baru-baru ini mencapai tonggak peluncuran satelit Starlink ke-11.000.

Awal bulan ini, FCC menyetujui permintaan SpaceX untuk menggelar tambahan 7.500 satelit Starlink setelah meluncurkan 7.500 satelit lain pada 2022.

Meski begitu, jumlah tersebut masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang diajukan oleh SpaceX. Perusahaan itu awalnya mengajukan permohonan untuk meluncurkan hampir 30.000 satelit pada 2020.

Permohonan izin untuk meluncurkan satelit juga diajukan oleh Amazon, yang sedang meminta perpanjangan tenggat waktu dari FCC untuk menempatkan lebih dari 1.600 satelit di orbit.

Baca juga: Meta fokuskan investasi untuk pusat data AI

Baca juga: Starlink berencana turunkan orbit satelit untuk tingkatkan keselamatan

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |