Sinner sebut perlu tingkatkan pukulan usai melaju di Australian Open

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Petenis No.2 dunia dan juara bertahan Australian Open dua kali Jannik Sinner mengatakan perlu meningkatkan pukulan servisnya usai melewati babak pertama, Selasa, ketika Hugo Gaston mengundurkan diri saat ia unggul 6-2, 6-1 setelah 68 menit.

Setelah pertandingan, Sinner menjelaskan penyesuaian teknis yang telah ia lakukan pada servisnya menjelang akhir musim lalu dan sepanjang jeda musim, yang menurutnya masih memiliki potensi yang belum dimanfaatkan.

"Ini bukan hanya sejak US Open," kata Sinner ketika ditanya tentang perubahan gerakan servisnya, dikutip dari ATP.

"Saya merasa servis adalah dan masih merupakan pukulan yang perlu saya tingkatkan. Itu satu-satunya pukulan yang kami miliki di mana masih banyak ruang untuk perbaikan."

"Kami sedikit mengubah gerakan, ritme servis. Sebelumnya agak terlalu cepat di awal. Sekarang sedikit lebih lambat," ujar petenis berusia 24 tahun itu.

"Lemparan bola biasanya sedikit lebih ke depan, sedikit ke kanan. Sekarang sedikit lebih ke belakang dan melewati kepala."

Perbaikan tersebut terjadi meskipun Sinner menyelesaikan tahun 2025 sebagai "pemimpin servis," menurut statistik ATP, yang menganalisis dominasi servis petenis melalui metrik seperti poin servis pertama yang dimenangi, efektivitas servis, dan ace.

Baca juga: Sinner selesaikan latihan pramusim di Dubai

Servis adalah area kekuatan yang mendukung musim 2025 dengan enam gelar, yang ditandai dengan trofi ATP Finals kedua berturut-turut.

Namun bagi Sinner, peningkatan kecil pada servis bisa menjadi penentu saat ia berupaya mempertahankan dominasinya dan mengejar tujuan jangka panjang untuk merebut kembali posisi No.1 dunia dari rivalnya, Carlos Alcaraz.

"Kadang-kadang saya masih kehilangan bola servis. Itu bukan pukulan yang membuat saya merasa sangat aman," lanjut Sinner.

"Tetapi pada saat yang sama kami sedang memperbaikinya. Itu adalah salah satu pukulan yang dapat memberi Anda banyak hal hebat. Jadi mari kita lihat bagaimana saya akan melakukan servis musim ini."

Di luar elemen teknis, Sinner juga terus berinvestasi pada sisi mental permainannya, menjaga hubungan kerja yang erat dengan pelatih mental ternama, Dr. Riccardo Ceccarelli.

Mereka telah berdialog yang konsisten yang bertujuan untuk menyempurnakan pola pikir Sinner di berbagai fase musim.

"Kami terus berkomunikasi untuk memahami dan juga mengerjakan beberapa hal," kata Sinner tentang Ceccarelli.

Baca juga: Alcaraz dan Sinner siapkan "senjata" baru untuk Australian Open 2026

"Saya membawa perlengkapan latihan saya, jadi kapan pun saya perlu berlatih, kapan pun saya merasa perlu, saya bisa berlatih dengan itu."

"Itu sedikit bergantung pada periode waktu: Bagaimana perasaan saya dan kondisi mental saya. Tentu saja masih ada ruang untuk perbaikan. Saya telah berkomunikasi dengannya secara konsisten," ujar petenis Italia itu.

"Senang memiliki orang yang stabil dan dia sekarang juga sedikit lebih memahami saya. Seiring waktu, kami saling memahami lebih baik. Saya memahami etos kerjanya. Kami mencoba untuk mengembangkannya."

Sinner berambisi menjadi petenis putra kedua di era modern atau Open yang memenangi tiga gelar Australian Open berturut-turut, mengikuti jejak Novak Djokovic, yang mencapai prestasi tersebut pada 2011–13 dan sekali lagi pada 2019–21.

Selanjutnya, Sinner akan menghadapi petenis wild card Australia James Duckworth, yang unggul 2-1 atas Sinner dalam head to head mereka.

Baca juga: Djokovic dan Sinner berpotensi bertemu di semifinal Australian Open

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |