Jakarta (ANTARA) - Pereli Indonesia yang berhasil menjadi juara Etape 11 Rally Dakar 2026 Shammie Zacky Baridwan mendorong pereli Tanah Air untuk berani mewujudkan mimpi tampil di Rally Dakar dengan persiapan matang, fokus, dan keberanian mengambil keputusan sejak awal.
“Harus banyak persiapan, tapi kadang-kadang yang berpikir dan memutuskan mau berangkat itu enggak ada. Saya sebelumnya enggak banyak tahu tentang ini dan saya memutuskan mulai, saya masih meraba-raba, tapi berharap finis,” kata Shammie di Jakarta, Selasa, saat berbagi pengalamannya usai tampil di Rally Dakar 2026.
Shammie menilai keberanian untuk memulai menjadi kunci awal sebelum memikirkan berbagai keterbatasan yang ada. Menurut dia, cita-cita tidak selalu harus menunggu kondisi sempurna untuk dijalankan.
“Tapi kadang, cita-cita kita ini laksanain dulu, jangan pikirkan handicap-nya. Apa pun risikonya, wujudkan cita-citanya dulu. Kalau ada kejuaraannya, kompetisinya, ikut dulu. Kalah menang urusan kesekian,” ujar Shammie.
Pereli yang mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang menjuarai satu etape Rally Dakar itu menegaskan bahwa sejak awal dirinya menempatkan kegagalan sebagai tanggung jawab pribadi, sementara keberhasilan dipersembahkan untuk orang-orang terdekat dan bangsa.
“Saya sebelum berangkat, apa pun yang terjadi di sini, kegagalan itu kegagalan pribadi. Tapi kalau keberhasilan, itu milik orang yang kita cintai,” katanya.
Baca juga: Shammie catat sejarah pereli Indonesia pertama menangi Rally Dakar
Shammie juga mengingatkan bahwa mengikuti Rally Dakar menuntut kesiapan mental yang kuat karena tingkat risiko dan tantangannya yang ekstrem. Meski demikian, ia menekankan bahwa ketakutan akan kegagalan seharusnya tidak menjadi penghalang.
“Jangan takut gagal. Gagal punya saya, kalau keberhasilan punya orang banyak, buat orang yang kita cintai, buat negara, bisa kibarkan bendera, dapat podium meskipun sekali,” ucap Shammie.
Dalam kesempatan tersebut, Shammie juga mengungkapkan kunci keberhasilannya meraih kemenangan pada etape 11 Rally Dakar 2026, yang menurutnya tidak semata-mata soal kecepatan.
“Setiap balapan itu kuncinya ketepatan. Kecepatan dan ketepatan. Pada saat itu mungkin kita tertepat dan tercepat. Itu saja. Dan kita konsisten,” kata Shammie.
Ia menambahkan bahwa konsistensi menjadi tantangan utama di reli dengan lintasan sepanjang Dakar, karena setiap etape selalu menghadirkan kendala yang berbeda dan menuntut kemampuan meminimalkan kesalahan.
“Hari-hari sebelumnya atau setelahnya kita tetap berusaha konsisten, tapi pasti ada saja kendala masing-masing. Kita berusaha meminimalkan itu. Mungkin di hari ke-11 kita maksimal semuanya,” ujarnya.
Shammie Zacky Baridwan mencatat sejarah sebagai pereli Indonesia pertama yang menjuarai satu etape Rally Dakar setelah menjadi pemenang etape 11 kategori Dakar Classic pada ajang Rally Dakar 2026 di Arab Saudi. Berlaga bersama navigator Ignas Daunoravicius, Shammie menyelesaikan reli sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang terbagi dalam 13 etape pada 3–17 Januari 2026.
Pada klasemen akhir Dakar Classic, Shammie menempati peringkat ketujuh klasemen umum serta finis di posisi ketiga kelas H1, sekaligus menandai keberhasilan debutnya di ajang reli terganas di dunia tersebut.
Baca juga: Pereli Indonesia juara Rally Dakar sempat terperosok di pasir 3 jam
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































