Sektor manufaktur China capai tingkat kedua secara global

1 month ago 22

Beijing (ANTARA) - Indeks kekuatan manufaktur China kini mencapai level yang sebanding dengan Jerman dan Jepang, menempatkan China sebagai kekuatan manufaktur global tingkat kedua.

Demikian menurut Laporan Indeks Pengembangan Kekuatan Manufaktur China (China Manufacturing Power Development Index Report) 2025, yang dirilis di Beijing pada Selasa (30/12).

Laporan tersebut disusun setiap tahun oleh Pusat Konsultasi Strategis Akademi Teknik China (Chinese Academy of Engineering/CAE) bersama badan-badan lainnya dan telah dirilis setiap tahun sejak 2015.

Pada 2024, sektor manufaktur China terus berkembang secara stabil meski menghadapi berbagai tekanan, bergerak menuju inovasi dan peningkatan kualitas.

Laporan itu menunjukkan bahwa nilai tambah manufaktur China menyumbang 27,71 persen dari total nilai tambah manufaktur dunia pada 2024, mempertahankan posisi global terdepan yang telah dipegangnya sejak menjadi perekonomian manufaktur terbesar di dunia pada 2010.

Sektor manufaktur China telah memperkuat skalanya sekaligus mengalami peningkatan di berbagai aspek, termasuk kualitas, inovasi, dan pengembangan ramah lingkungan, dengan struktur industrinya bergerak lebih cepat menuju orientasi yang canggih, cerdas, dan hijau.

Lyu Junfu, seorang akademisi di CAE mengatakan China telah membangun sistem tenaga listrik batu bara bersih terbesar di dunia, dan jaringan listrik arus bolak-balik (alternating current/AC) dan arus searah (direct current/DC) tegangan ultratinggi (ultra-high voltage/UHV) terbesar dan tercanggih di dunia, dengan peralatan energi baru, peralatan hemat energi, dan peralatan penyimpanan energi yang mencatatkan pertumbuhan pesat.

Dengan dasar mempertahankan keunggulan pengembangan berskala besar, China akan mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi secara terkoordinasi dan menyeluruh, sekaligus mengoptimalkan struktur, mengembangkan inovasi, dan memperkuat kapasitas untuk pembangunan berkelanjutan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |