Aceh Tamiang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang Mustakim mengatakan sejak dikerahkan relawan kesehatan, titik pengungsian di Aceh Tamiang pascabencana banjir dan longsor semakin berkurang karena masyarakat telah mendapatkan layanan kesehatan dan pemulihan trauma, sehingga bisa kembali beraktivitas normal.
"Sejak bencana banjir Aceh Tamiang, titik pengungsi awalnya berjumlah 720 titik di 12 kecamatan, kemudian seiring dengan kehadiran dari relawan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di gelombang pertama sampai gelombang 2, berkurang menjadi 601. Per hari ini sudah berkurang menjadi 129 titik pengungsian," kata Mustakim di RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, Kamis.
Ia menjelaskan relawan terdiri dari berbagai profesi, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, petugas gizi, konselor, psikolog, hingga psikiater. Penanganan dilakukan secara komprehensif, termasuk pemulihan trauma.
Baca juga: Menkes: 4.700 lebih relawan bantu penanganan pascabencana Sumatera
"Terdapat 15 puskesmas di Aceh Tamiang, dengan 12 puskesmas terdampak banjir dan mengalami kerusakan berat. Seluruh ambulans dan puskesmas keliling terendam banjir dan rusak berat, termasuk peralatan dan mebel," ujarnya.
Meski demikian, lanjut dia, sebanyak 1.253 tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan dengan dukungan Kemenkes, TNI-Polri, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga BUMN/BUMD.
Dinkes Aceh Tamiang juga telah menyampaikan data Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada Kemenkes, termasuk data tenaga kesehatan yang rumahnya rusak berat atau hilang.
Baca juga: Kemenkes tindaklanjuti penyakit pascabanjir yang dominasi Aceh Tamiang
"Data sementara mencatat 101 korban meninggal dunia akibat banjir dan tidak satu pun berasal dari tenaga kesehatan, tetapi tenaga kesehatan kita juga banyak yang menjadi korban, seperti rumah tersapu banjir dan rusak berat," ucap Mustakim.
Ia mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan dan tenaga medis yang masih terus bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat meski tempat tinggal mereka rusak dan terpaksa ikut menjadi pengungsi.
"Mereka meski rumahnya rusak berat, tetapi tetap memberikan pelayanan yang maksimal. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terus berdedikasi tetap melayani masyarakat dengan maksimal meski sedang mengalami musibah," tutur Kepala Dinkes Aceh Tamiang Mustakim.
Baca juga: Kemenkes: 3.719 nakes relawan layani ribuan pengungsian di Aceh
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































