SEAMEO CECCEP soroti urgensi penguatan pengasuhan untuk anak usia dini

3 months ago 32

Jakarta (ANTARA) - Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) menyoroti urgensi penguatan peran pengasuhan dalam kerangka pengembangan anak usia dini holistik integratif.

Hal tersebut ditekankan dalam kegiatan Annual Early Childhood Care Education and Parenting Regional Forum yang bertajuk "Strengthening Parenting for Holistic Integrative Early Childhood Development," di Jakarta, Rabu (15/10).

Direktur SEAMEO CECCEP Prof Vina Adriany melalui keterangan di Jakarta, Jumat, menjelaskan pendekatan pengembangan anak usia dini yang kontekstual membantu melepaskan cara pandang anak terhadap pengetahuan.

"Pendekatan ini juga mengangkat kembali kebijakan melalui nilai-nilai kepedulian, keadilan, dan ketergantungan satu sama lain," katanya.

Vina menyoroti pengasuhan diakui sebagai tanggung jawab bersama, namun pada penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti masih adanya praktik hukuman fisik, keterbatasan kebijakan cuti ayah, serta kurangnya akses terhadap layanan penitipan anak yang aman dan terjangkau.

Baca juga: Kemendikdasmen-SEAMEO finalisasi peta jalan layanan PAUD di ASEAN

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi strategis dan advokasi yang tepat.

Senada dengan Vina, Country Head Tanoto Foundation Indonesia Inge Kusuma mendorong implementasi disiplin positif dalam pembentukan karakter anak untuk memastikan anak diasuh tanpa kekerasan, tetapi juga membantu menumbuhkan konsep diri yang positif.

Selain itu, ia mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan, di mana paradigma bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab ibu semata harus diubah menjadi tanggung jawab bersama antara ayah, ibu, keluarga, dan masyarakat luas.

"Orang tua adalah jembatan antara langkah pertama seorang anak dan perjalanan panjang hidupnya. Namun, mereka tidak dapat membangun jembatan itu sendirian. Diperlukan ekosistem yang saling mendukung yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan semua pihak terkait, untuk memberdayakan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat agar anak tumbuh optimal," ujar Inge Kusuma.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyebut investasi pada pendidikan anak usia dini adalah langkah strategis membangun masa depan bangsa.

Namun demikian, ia menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini butuh dukungan sistem pengasuhan dan kesehatan yang kuat, serta nilai-nilai keluarga dan pola asuh yang seimbang.

Baca juga: Disdik OKU Sumsel gandeng SEAMEO CECCEP tingkatkan kualitas PAUD

"Melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik di tingkat Asia, kita dapat memperkuat advokasi agar setiap anak memiliki fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045," tutur Pungkas Bahjuri Ali.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |