Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, Kamis, mengatakan bahwa Iran salah perhitungan jika percaya negara-negara Teluk tidak mampu menanggapi tindakannya.
Dia mengatakan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk tidak akan membawa keuntungan bagi Teheran dan malah akan memperdalam isolasinya.
Dia menambahkan bahwa kepercayaan terhadap Iran telah runtuh karena apa yang digambarkannya sebagai serangan berulang terhadap negara-negara Teluk dan pelanggaran prinsip-prinsip bertetangga baik.
Pangeran Faisal menuduh Teheran menjalankan kebijakan pemerasan untuk mencapai tujuannya.
Baca juga: GP Bahrain dan GP Saudi dibatalkan imbas konflik di Timur Tengah
Dia juga mengatakan bahwa negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) sedang berkoordinasi untuk menghadapi serangan Iran, serta mengeklaim bahwa Iran telah menargetkan situs-situs sipil di negara-negara Teluk pada awal konflik.
Eskalasi regional di Timur Tengah telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer AS.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Saudi kecam serangan Israel ke Iran dan balasan Teheran ke GCC
Baca juga: Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut telah cegat drone dan rudal Iran
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































