Jakarta (ANTARA) - Satria Muda Pertamina Bandung melepas Kelvin Sanjaya sebagai bagian dalam perombakan tim untuk menghadapi IBL musim 2026 mulai pertengahan Januari.
Keputusan manajemen klub itu menjadi akhir kiprah pebasket setinggi 1,99 meter itu, bersama tim yang telah membesarkannya sejak masih menjadi pemain binaan pada 2018.
"Mewakili klub, kami berterima kasih kepada Kelvin atas komitmen, kerja keras, dan profesionalismenya selama menjadi bagian dari keluarga besar Satria Muda, karena dia adalah sosok yang disiplin dan selalu menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi," kata Managing Director Satria Muda Bandung Christian Ronaldo Sitepu di Jakarta, Jumat.
Dia menyebut Kelvin akan selalu menjadi bagian berharga dari klubnya bukan hanya karena kontribusinya di lapangan, tapi juga atas semangat dan kerja kerasnya.
Pelatih Satria Muda Youbel Sondakh menambahkan, pemain yang bisa bermain sebagai power forward dan center itu adalah pebasket berdedikasi tinggi.
"Pastinya kami sangat menghargai seluruh kontribusinya dan berharap dia terus berkembang di langkah berikutnya," kata Youbel.
Kelvin sendiri berterima kasih kepada klubnya.
Baca juga: Rans Simba Bogor rekrut Fisyaiful Amir
"Saya sangat berterima kasih telah disambut dengan tangan terbuka dan menghargai semua cinta serta dukungan yang saya terima selama di klub," kata dia.
Kelvin adalah pemain binaan Satria Muda sejak 2018 dan saat klub masih bermarkas di Jakarta.
Perkembangannya yang konsisten membuatnya memperkuat tim nasional Indonesia pada Kualifikasi FIBA Asia Cup 2020 melawan Korea Selatan.
Setahun kemudiian dia bergabung dengan program Indonesia Patriots sebagai bagian dari upaya pembinaan pemain muda nasional.
Kelvin menjalani debut profesionalnya di IBL pada 15 Januari 2022 saat menghadapi Pelita Jaya Bakrie.
Pada 2023, dia memperkuat Prawira Bandung selama dua musim sebelum kembali ke Satria Muda pertengahan musim 2025.
Baca juga: Januar terus bekerja keras untuk dapatkan posisi "starter" di Hangtuah
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































