Jakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) mengangkut sejumlah pengamen berkostum, gelandangan, pemulung, "pak ogah" dan lainnya yang merupakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) untuk dibawa ke panti sosial.
“Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu (23/2) malam,” kata Kepala Satpol PP KJakarta Utara Budhy Novian di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan sebanyak 32 orang PPKS yang terjaring itu langsung dikirim ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung dan Suku Dinas (Sudin) Sosial Kota Jakarta Utara.
“Sebanyak 17 PPKS yang terjaring dibawa ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung, dan sisanya 15 PPKS dibawa ke Sudin Sosial Jakarta Utara,” ujar Budhy.
Dia merinci di Jalan Yos Sudarso, petugas mengangkut dua "pak ogah". Kemudian, di Kecamatan Penjaringan, ada empat PPKS yang terjaring, yakni tiga "pak ogah" dan satu orang pemulung dalam operasi yang digelar di Jalan Pluit Karang Utara.
Lalu, di Kecamatan Tanjung Priok, petugas beroperasi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, Jalan Tenggiri, Jalan RE Martadinata dan Taman Bahari.
Secara keseluruhan, terdapat ada sembilan orang PPKS yang terjaring di lima lokasi tersebut, yakni empat orang terlantar, satu gelandangan, satu pengamen, satu pedagang asongan, dan dua orang "pak ogah".
Petugas Satpol PP mengamankan pengamen berkostum pocong dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu (22/2/2026) malam. (ANTARA/HO-Satpol PP Jakut).Baca juga: Satpol PP sita 755 botol miras dalam Operasi Pekat di Jakut
Selanjutnya, di Kecamatan Koja, penyisiran dilakukan di Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Raya Cilincing, Jalan Yos Sudarso serta Jalan Cibanteng.
“Total, ada tujuh orang pengamen yang terjaring dalam operasi di lokasi tersebut,” ungkap Budhy.
Selain itu, sambung dia, di Kecamatan Cilincing, petugas beroperasi di Jalan Raya Cilincing, Jalan Kramat Raya, Jalan Sungai Landak, Jalan Tipar Cakung serta Jalan Kelapa Hibrida Terusan Sukapura, dengan total tiga PPKS yang terjaring dalam operasi tersebut.
Di Kecamatan Pademangan, terdapat enam orang PPKS yang terjaring dalam operasi yang dilakukan di Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Dua Raya, Jalan Lodan Raya, Jalan Lodan Timur, Jalan Benyamin Sueb, dan Jalan Budi Mulia.
Di Kecamatan Kelapa Gading, terdapat satu orang pemulung yang terjaring dalam operasi tersebut.
Petugas menyisir Jalan Boulevard Barat, Jalan Kelapa Nias, Jalan Boulevard Artha Gading, Jalan Boulevard Raya, dan Jalan Boulevard Utara.
Budhy mengatakan Operasi Pekat itu merupakan upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan.
Menurut dia, operasi tersebut juga bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
Dia pun memastikan Operasi Pekat terus dilakukan secara rutin, terutama selama Ramadhan.
“Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara,” tutur Budhy.
Baca juga: Awal Ramadhan, tim gabungan razia miras di Jakarta Utara
Baca juga: Jakut awasi tempat hiburan malam yang beroperasi selama Ramadhan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































