Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Amran, mengungkapkan ada 16 wilayah kabupaten/kota yang mendapatkan perhatian khusus lantaran menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana.
"Kami fokus memberikan perhatian kepada beberapa daerah yang cukup terdampak lebih parah dari yang lain," kata Amran di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa.
Amran mengungkapkan ada 52 kabupaten/kota terdampak, yaitu ada 18 di Provinsi Aceh, 18 di Provinsi Sumatera Utara, dan ada 16 di Provinsi Sumatera Barat.
Sejumlah daerah di tiga provinsi tersebut sudah mampu melaksanakan kegiatan secara normal dan aktivitas pemerintahan sudah berjalan lancar.
Sedangkan daerah yang terdampak paling parah yakni di Provinsi Aceh ada tujuh daerah yang menjadi fokus yakni Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Di Provinsi Sumatera Utara ada lima daerah yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, dan Kota Sibolga. Sedangkan di Sumatera Barat ada empat yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam.
Amran yang juga menjabat sebagai Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara, Ditjen Bina Adwil, Kemendagri, menegaskan bahwa Satgas tidak melupakan daerah lainnya. Seluruh daerah di tiga provinsi tersebut tetap mendapatkan perhatian, namun dengan porsi yang berbeda.
"Bukan berarti daerah lain tidak diperhatikan, tetap menjadi perhatian bersama," tegasnya.
Lebih lanjut Amran mengatakan ada tujuh indikator untuk memantau perkembangan kondisi progres pelaksanaan pemerintahan dan aktivitas di 52 kabupaten/kota terdampak yakni pemerintahan, pelayanan publik dan kesehatan, pendidikan, akses jalan, ekonomi, sosial dan keagamaan, serta layanan dasar seperti listrik, BBM, LPG, air, dan internet.
Baca juga: DPR: Perbaikan sekolah terdampak bencana Sumatera harus jadi prioritas
Selain itu ada juga indikator tambahan yang menjadi perhatian yakni normalisasi sungai di wilayah terdampak.
Pemerintah juga telah menyiapkan uang kompensasi dan pembiayaan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana, dengan rincian sebagai berikut.
Rusak Ringan: Uang kompensasi dari BNPB sebesar 15 juta rupiah per kepala keluarga. Ada juga pembiayaan isi rumah/perabotan dari Kemensos sebesar 3 juta rupiah, dan uang penguatan ekonomi dari Kemensos.
Rusak Sedang: Sebesar 30 juta rupiah per kepala keluarga dari BNPB. Pembiayaan perabotan dan ekonomi keluarga sama dengan rusak ringan.
Rusak Berat: Diberikan uang kompensasi dari BNPB sebesar 60 juta rupiah per kepala keluarga. Pembiayaan perabotan dan ekonomi juga sama."
"Tentunya ini akan diberikan setelah data sudah lengkap secara keseluruhan, setelah divalidasi. Saat sekarang ini proses validasi dan menyamakan data dari berbagai sektor terkait sedang berjalan untuk melihat apakah NIK yang disambungkan tadi memang betul penduduk yang telah ditetapkan," tutur Amran.
Baca juga: AHY: Menkeu siap dukung anggaran rehabilitasi bencana Sumatera
Baca juga: Kemenkes kirim 527 relawan perkuat layanan kesehatan pascabencana Aceh
Baca juga: Wamen PU: Koridor jalan nasional Aceh dan Sumbar telah fungsional
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































