Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Kodim 0106/Aceh Tengah, Kodam Iskandar Muda, mengintensifkan pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, guna membuka akses antarwilayah pascabencana.
Penerangan Kodam Iskandar Muda dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Jumat, menyebutkan progres pembangunan jembatan tersebut hampir 50 persen. Pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam bulan ini.
Jembatan gantung sepanjang 100 meter tersebut dibangun sebagai sarana penghubung antara Desa Owaq dengan sejumlah kampung di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Linge.
Secara teknis, sejumlah tahapan konstruksi telah menunjukkan perkembangan signifikan. Empat titik abutmen jembatan gantung selesai dicor sebagai fondasi utama penopang jembatan.
Tiang pengikat kabel baja yang merupakan titik terpenting jembatan juga telah berdiri. Selain itu, pekerjaan difokuskan pada pembentangan sling bawah sebagai bagian penting dari struktur utama jembatan.
Pembangunan jembatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan. Tiga anggota Koramil 05/Linge dipimpin Lettu Inf Muklis, 30 personel Yon TP 854/DK dipimpin Letda Inf Iko Andika Mayanda.
Serta empat personel Kompi B Yonif 114/SM dipimpin Serda Nurdin, serta dua personel dari Puziad dipimpin Pelda Joko S.
Lettu Inf Muklis menyampaikan pengerjaan pembangunan jembatan gantung terus dipercepat guna mengejar target penyelesaian pada Februari 2026. Sinergi lintas satuan menjadi kunci percepatan pembangunan di tengah keterbatasan sarana dan medan yang cukup menantang.
"Pekerjaan kami kebut setiap hari. Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat, jadi kami upayakan selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas serta keamanan konstruksi," kata Muklis.
Meski progres hampir menyentuh 50 persen, Satgas masih menghadapi kendala berupa terbatasnya alat pengepres dan penguncian seling. Idealnya, proses tersebut menggunakan alat khusus agar hasil penguncian lebih maksimal, kuat, dan aman.
Iskandar (38), warga Desa Jamat, mengharapkan pembangunan jembatan gantung tersebut dapat segera rampung, sehingga bisa digunakan masyarakat menyeberangi sungai.
"Selama ini, kalau musim hujan, kami cukup kesulitan menyeberang sungai. Kalau jembatan ini selesai, tentu cukup membantu anak sekolah, petani, dan pedagang. Kami merasa diperhatikan," kata Iskandar.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































