Yogyakarta bentuk tim pendampingan psikologis korban kekerasan daycare

1 hour ago 1

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta segera membentuk tim untuk mendampingi secara psikologis anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, tempat penitipan anak yang digerebek aparat kepolisian, beberapa waktu lalu.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo setelah menerima audiensi para orang tua korban di Yogyakarta, Minggu, mengatakan pada prinsipnya orang tua korban minta perlindungan untuk anaknya, termasuk pendampingan psikologis anak-anak karena telah mengalami kekerasan dan penelantaran di daycare.

"Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," katanya.

Menurut dia, tim pendampingan psikologis yang dibentuk tersebut akan melibatkan berbagai ahli yang dibutuhkan, seperti ahli psikologi anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, termasuk ahli pengasuhan.

Baca juga: KPPPA turunkan tim dampingi penanganan kekerasan anak di daycare DIY

Terlebih, kata dia, apa yang didengar dari perwakilan orang tua korban, mereka mengeluhkan perlakuan kepada anak anak mereka selama diasuh di tempat penitipan anak tersebut yang membuat orang tua menjadi sedih.

"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan yang diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih kami juga ikut sangat bersedih, karena apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes, dan anak yang belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," katanya.

Ia mengatakan dari audiensi, orang tua juga mengalami gangguan karena stres dengan kondisi yang mengejutkan tersebut, sehingga orang tua menangis dan menginginkan pendampingan secara psikologi kepada orang tuanya.

"Sehingga kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," katanya.

Ia mengatakan apa yang sudah dilakukan aparat kepolisian untuk bertindak cepat dengan menggerebek daycare pada Jumat (24/4) dan melakukan pemeriksaan maraton kepada pengelola, sangat diapresiasi, dan berharap proses hukum terus berjalan.

"Saya kira Pak Kapolres sudah bertindak dengan sangat kreatif dan cepat, kami mengapresiasi. Kemudian terkait dengan orang tua yang hadir di sini kami juga masih akan menghadirkan lagi besok lain-lainnya yang ingin hadir yang ingin menyampaikan keluhan," katanya.

Baca juga: Pemda DIY gerak cepat data ulang Daycare di Kota Yogyakarta

Baca juga: Pemda DIY tekankan asesmen anak korban dugaan kekerasan di Daycare

Baca juga: DPR: Kenakan hukuman maksimal pelaku kekerasan anak di daycare Yogya

Pewarta: Hery Sidik
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |