Jakarta (ANTARA) - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengirimkan 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) ke Aceh yang akan membersihkan masjid dan mushala, agar masyarakat dapat beribadah dengan layak selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
“Aksi ini adalah bentuk pengabdian kepada warga Aceh, sejalan dengan hadis Nabi bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan,” ujar Koordinator Wilayah I (Aceh-Sumut-Kepri) PP GP Ansor Timbul Pasaribu dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Sebanyak 150 personel Bagana yang bertugas terdiri dari 50 personel asal Sumatera Utara (Sumut) dan 100 personel asal Aceh.
Baca juga: Warga dan TNI bangun masjid darurat di Tetingi Aceh
Tim ini akan bekerja secara intensif selama 10 hari ke depan yang tersebar di lima kabupaten prioritas yakni Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
Aksi kemanusiaan bertajuk "Normalisasi Fasilitas Publik Menyambut Ramadhan" ini juga akan mendistribusikan bantuan logistik yang didukung oleh berbagai mitra strategis.
Pimpinan Pusat GP Ansor menyampaikan apresiasi kepada PT Pos Indonesia atas bantuan tenda posko kemanusiaan dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI), atas bantuan paket sembako yang didistribusikan bersama Banser untuk korban bencana.
Baca juga: TNI dan warga gotong royong pulihkan rumah, masjid, dan sekolah Aceh
Tak hanya sembako, para relawan juga membagikan Al Quran, perlengkapan shalat (mukena dan sarung), serta peralatan kebersihan khusus untuk masjid dan mushala di wilayah terdampak.
"Bencana ini adalah ujian berat bagi kita semua. Duka Aceh adalah duka kita semua,” ujar Timbul.
Ia berpesan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kesehatan, kekompakan, dan komunikasi yang intensif selama di lapangan.
"Kerja sama yang baik akan melahirkan hasil yang baik pula untuk masyarakat," katanya.
Baca juga: TNI dan warga gotong royong pulihkan rumah, masjid, dan sekolah Aceh
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































