Jakarta (ANTARA) - Rutin membersihkan debu-debu di rumah dapat menjadi satu cara mencegah terpapar mikroplastik di dalam rumah karena partikel tersebut bisa terkandung di dalam debu.
Menurut penelitian, Ketua Sub Kelompok Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat, mikroplastik banyak terkandung di dalam debu-debu di dalam rumah.
"Kalau di luar ruangan akan dibersihkan oleh hujan, kalau di dalam ruangan, bersihkan ruangannya," ujarnya.
Selain itu, Rahmat juga mengajak warga Jakarta untuk mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengurangi sampah plastik dan tidak membakar sampah.
Baca juga: Mikroplastik bisa tambah risiko pasien diabetes kena stroke
Karena selain mencemari udara, sampah plastik dan pembakaran sampah khususnya di ruang terbuka dapat menghasilkan mikroplastik.
Ini seperti disampaikan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova dalam kesempatan yang sama.
Dia mengatakan, penelitian yang dia lakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam sampel air hujan di Ibu Kota, terbentuk dari degradasi limbah plastik melayang di udara akibat aktivitas manusia seperti pembakaran sampah.
Baca juga: DLH DKI tanggapi temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta
Pembakaran sampah yang dilakukan secara masif, hampir setiap hari, bisa menyebabkan mikroplastik lebih cepat terbang ke udara.
Dia menyampaikan, mikroplastik juga dapat bersumber dari pakaian berbahan poliester dan nilon.
Terkait efek, Reza mengatakan, mikroplastik dapat menjadi sarana menempelnya berbagai polutan yang sudah tersebar di udara.
"(Mikroplastik) bisa membawa berbagai macam polutan, mikroba patogen, virus ke dalam tubuh," kata Reza.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































