Hasto Kristiyanto ajak kader PDIP berani seperti Fatmawati Soekarno

1 hour ago 1
"Ini adalah panggilan bagi seluruh kader. Kita memerlukan kebangkitan etika dan keteladanan dari Ibu Fat. Kader harus memiliki keberanian berdiri di barisan depan membela rakyat yang tertindas, sebagaimana Ibu Fat yang selalu peduli pada rakyat kecil

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak kader PDIP untuk berani seperti ibu negara pertama, yakni Fatmawati Soekarno.

"Ini adalah panggilan bagi seluruh kader. Kita memerlukan kebangkitan etika dan keteladanan dari Ibu Fat. Kader harus memiliki keberanian berdiri di barisan depan membela rakyat yang tertindas, sebagaimana Ibu Fat yang selalu peduli pada rakyat kecil meski dalam kesunyian perjuangannya," ujar Hasto dalam acara peluncuran Fatmawati Trophy 2026 di Museum Fatmawati, Jakarta, Sabtu.

Sementara itu, Hasto memandang peran Fatmawati pada beberapa waktu lalu jauh melampaui tugasnya sebagai ibu negara pertama.

Ia lantas mengutip kata pengantar putri dari Fatmawati, yakni mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, bahwa mantan ibu negara tersebut dinilai juga dengan “Ibu Peradaban”.

"Beliau tidak hanya ibu rumah tangga, tetapi ibu peradaban politik perempuan Indonesia. Ibu Fat juga memberikan legitimasi kuat bagi kaum perempuan untuk bergerak di ranah publik dan politik,” katanya.

Di sisi lain, bertepatan dengan acara di Museum Fatmawati, Hasto mengajak hadirin melihat mesin jahit yang menjadi saksi bisu di museum. Menurut dia, mesin tersebut bukan sekadar alat kerja, melainkan simbol kedaulatan.

"Di tengah tekanan penjajah dan kondisi mengandung, beliau menjahit harapan. Beliau merawat semangat kemerdekaan melalui kesederhanaan dan keteguhan pada prinsip," ujarnya.

Baca juga: PDIP hormati parpol dukung Prabowo dua periode

Baca juga: PDIP gandeng aktivis mahasiswa hingga pelajar di Soekarno Run 2026

Baca juga: Megawati utus Hasto kirim karangan bunga ucapan HUT Gerindra

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |