Jakarta (ANTARA) - Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Ciracas, Jakarta Timur berperan penting menjadi benteng atau menjaga ketahanan keluarga dalam mencegah kenakalan remaja.
"Ibu-ibu memiliki peran strategis dalam membimbing anak. Dengan komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan terhadap pergaulan dan media sosial, potensi penyimpangan dapat ditekan sejak dini," kata Kasibinpenakta Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Metro Jaya, Kompol Susanto di RW 08 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu.
Peran tersebut diperkuat melalui kegiatan penyuluhan yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Metro Jaya
Dalam kegiatan tersebut, para ibu dibekali pemahaman tentang bahaya premanisme, minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang kerap menjadi pemicu kenakalan remaja dan gangguan keamanan lingkungan. Keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter anak.
Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari sosialisasi Program Kapolda Metro Jaya “Jaga Jakarta untuk Indonesia” serta Operasi Pekat Jaya 2026 menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Baca juga: Operasi Pekat Jaya, 27 orang yang terlibat tawuran ditangkap di Jaktim
Menurut Susanto, keberhasilan operasi kepolisian tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan sebagai pilar keluarga.
"Mereka siap menjadi benteng keluarga dan lingkungan dengan menolak premanisme, tawuran, miras, serta narkoba," ujarnya.
Kegiatan yang melibatkan unsur kelurahan, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta membangun lingkungan yang aman, religius, dan harmonis menjelang Ramadhan.
Adapun Polres Metro Jakarta Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026 dengan fokus utama menekan aksi tawuran serta berbagai bentuk penyakit masyarakat yang kerap meresahkan warga.
Operasi Pekat Jaya 2026 merupakan bagian dari instruksi terpusat Polda Metro Jaya yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Metro Jaya, termasuk Jakarta Timur.
Operasi ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai 28 Januari hingga 11 Februari 2026. Pelaksanaan operasi dilakukan dengan dukungan jajaran Polda Metro Jaya serta bersinergi bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) dan Kodim 0505 Jakarta Timur.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya gelar Operasi Pekat Jaya 2026
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan upaya pencegahan dan penindakan berjalan efektif di lapangan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Polres Metro Jakarta Timur telah menyiapkan tiga strategi utama.
Strategi pertama, yakni langkah preventif melalui kegiatan imbauan, sambang, serta penyuluhan kepada masyarakat guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sejak dini.
Upaya pencegahan kami lakukan dengan mengedepankan imbauan dan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam perilaku yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas
Strategi kedua adalah langkah pencegahan terpadu dengan melibatkan unsur Pemerintah Kota dan TNI, serta memberdayakan elemen masyarakat melalui pembentukan posko-posko Kamtibmas di seluruh wilayah Jakarta Timur.
Posko tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi dan deteksi dini terhadap potensi tawuran dan penyakit masyarakat.
Sementara itu, strategi ketiga adalah penegakan hukum melalui tindakan represif terhadap pelaku gangguan Kamtibmas. Namun, langkah ini disebut sebagai opsi terakhir apabila upaya pencegahan dan preventif tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Peran keluarga penting untuk bentengi anak dari pengaruh negatif
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































