Jakarta (ANTARA) - Pelari yang akan ambil bagian dalam Maybank Marathon 2026 diingatkan untuk memperhatikan manajemen kecepatan sebagai bagian penting dalam persiapan, terutama mengingat karakteristik rute yang menantang di Gianyar, Bali.
Jakarta Running Coach Aditya "Dodit" Madya Pamungkas mengatakan olahraga lari adalah aktivitas terukur sehingga pelari dapat menyusun program latihan berdasarkan data performa masing-masing.
"Kadang-kadang kita perlu ingatkan karena olahraga lari ini kadang terlalu sederhana tapi disederhanakan. Jadi, lari itu olahraga yang terukur. Semua bisa dihitung dari performa kita," kata Dodit dalam temu media di Jakarta, Kamis.
"Misalnya lari 5K kita 25 menit itu adalah effort maksimal, itu bisa diekuivalen di-exact number yang jadi pace yang bisa kita jadikan guidance untuk berlatih."
Ia menjelaskan, dari pencapaian tersebut pelari dapat menurunkan berbagai zona latihan seperti easy run, tempo, hingga interval dengan angka yang spesifik sebagai panduan.
Namun, ia menilai masih banyak pelari yang kerap berlatih melebihi intensitas yang seharusnya atau overpace, terutama saat sesi yang seharusnya dilakukan dengan intensitas ringan.
"Yang harusnya easy effort, enggak easy effort. Akhirnya, permasalahan yang sering terjadi itu adalah fatigue management yang jadi kurang terukur gitu," ujar Dodit.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan overtraining yang justru berdampak negatif terhadap peningkatan performa, bahkan dapat memicu cedera dan menurunkan imunitas tubuh.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 siapkan program latihan untuk calon peserta
Sebagai langkah awal, Dodit menyarankan pelari untuk melakukan tes kemampuan dasar, salah satunya melalui lari 5 kilometer dengan upaya maksimal guna mengetahui batas kemampuan.
Hasil tes tersebut dapat digunakan untuk menyusun program latihan yang lebih terarah, termasuk menentukan pace untuk berbagai jenis latihan.
Sebagai contoh, jika seorang pelari memiliki kecepatan 5K di angka 5 menit per kilometer, maka kecepatan untuk easy run dapat ditentukan sekitar 1 menit 30 detik lebih lambat atau di kisaran 6 menit 30 detik per kilometer.
"Jadi dengan mengatur seperti itu diharapkan teman-teman tuh bisa berlatih secara akurat, efektif, dan menjadi benefit ke peningkatan performance," kata Dodit.
"Karena lari ini juga unik, semuanya latihannya lari, tapi dilakukan dengan cara yang berbeda dengan pace yang berbeda itu benefit-nya juga berbeda. Ada yang menjadi endurance, ada yang menjadi speed endurance."
Menurut dia, Maybank Marathon termasuk ajang yang dapat dipersiapkan dengan lebih matang karena memiliki jadwal dan karakteristik rute yang relatif konsisten setiap tahun.
Ia menambahkan, informasi terkait elevasi rute di Gianyar hingga perkiraan kondisi cuaca pada waktu pelaksanaan dapat dimanfaatkan pelari untuk menyesuaikan program latihan, termasuk latihan menghadapi tanjakan.
Maybank Marathon pada 21-23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali dan akan melombakan kategori marathon (42,195 km), half marathon (21,1 km), dan 10K.
Penyelenggara Maybank Marathon 2026 menggelar program pelatihan “Road to Maybank Marathon 2026” selama 12 pekan di enam kota di Indonesia guna membantu calon peserta meningkatkan kesiapan fisik dan mental sebelum mengikuti lomba.
Baca juga: Ibnu Jamil incar Cape Town Marathon setelah raih six star medal
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































