Jakarta (ANTARA) - Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi memandang keputusan platform gim Roblox untuk sepenuhnya mematuhi PP Tunas merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya perlindungan anak di ruang digital.
"Keputusan Roblox untuk mematuhi PP Tunas patut diapresiasi, meski memang ada keterlambatan dari tenggat 28 Maret 2026. Pada akhirnya, kepatuhan ini penting sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan di Indonesia sekaligus perlindungan bagi anak," kata Heru saat dihubungi ANTARA, Kamis.
Heru juga mengapresiasi sikap tegas pemerintah dalam memastikan platform digital global tidak mengabaikan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu mengingatkan, konsistensi pengawasan menjadi kunci agar kepatuhan ini tidak hanya sebatas formalitas, tapi benar-benar berdampak.
Baca juga: Roblox patuh penuh PP Tunas, komitmen atur akses gim untuk anak
Kolaborasi dengan orang tua, sekolah, kementerian/lembaga lain, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), tokoh agama dan sebagainya juga dinilai penting karena implementasi PP Tunas saat ini masih pada tahap awal dan dia menyoroti masih banyak PSE yang berisiko tinggi.
"Tantangan utamanya adalah masih ada sekitar 1.600 PSE berisiko tinggi yang perlu diawasi. Angka 1.600 PSE didapat dari estimasi realistis sebesar 10 persen dari PSE terdaftar yang sejumlah 16.469 PSE," ucap Heru.
Menurutnya, pemerintah perlu mendorong percepatan asesmen mandiri dari seluruh PSE, lalu mengevaluasi tingkat risiko yang mereka laporkan.
Baca juga: Kemkomdigi dan Roblox siap bertemu bahas kepatuhan PP Tunas pada Kamis
Setelahnya, perlu ada penyesuaian kebijakan agar lebih adaptif terhadap dinamika platform digital. Aspek pengawasan, audit, dan transparansi juga harus diperkuat agar implementasi PP Tunas benar-benar efektif dalam melindungi anak dari paparan konten negatif di ruang digital.
Dari sisi platform, Heru memandang penyesuaian fitur yang dilakukan Roblox sesuai ketentuan PP Tunas merupakan langkah positif, namun belum cukup menjamin perlindungan penuh dari risiko paparan konten negatif.
"Perlu dipastikan implementasinya benar-benar efektif, salah satunya bisa dilihat dari indikator seperti penurunan jumlah pengguna anak pada fitur berisiko. Selain itu, penguatan moderasi, audit sistem, dan transparansi perlu ditingkatkan," paparnya.
Baca juga: Diskusi Komdigi dengan Roblox terus berlanjut untuk patuhi PP Tunas
Dia menekankan, perlindungan anak tidak bisa hanya bergantung pada fitur teknis, tetapi juga membutuhkan pengawasan berkelanjutan serta keterlibatan orang tua dan edukasi pengguna.
Diketahui, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengumumkan bahwa platform gim Roblox telah mematuhi secara penuh PP Tunas sebagai regulasi yang menjaga anak Indonesia aman di ruang digital dengan berkomitmen menyiapkan pengaturan khusus terkait akses gim terhadap anak-anak.
Baca juga: Pengamat: Roblox dan YouTube harus patuh PP Tunas demi keamanan anak
Beberapa pengaturan akses gim untuk anak Indonesia yang diterapkan Roblox adalah penutupan fitur komunikasi dengan pengguna yang tidak dikenal serta kewajiban melakukan verifikasi usia dengan teknologi facial recognition.
"Jadi kami apresiasi Roblox yang sudah menyampaikan komitmen kepatuhan, di mana Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh user-nya," kata Meutya.
Dengan kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas, itu artinya delapan platform digital yang ditetapkan menjalani implementasi awal aturan ini sudah semua memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Baca juga: Roblox Kids dan Select di RI, lindungi pengguna di bawah 16 tahun
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































