Round-up: Indonesia lewati target, kumpulkan 101 medali emas

1 week ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand telah melewati target 82 emas setelah menutup hari keempat pelaksanaan pesta olahraga untuk atlet difabel edisi ke-12 itu, Sabtu, dengan tambahan 32 medali emas untuk mengumpulkan total 101 medali emas.

Atlet para badminton putri Indonesia Leani Ratri Oktila memastikan medali emas ke-82 untuk Indonesia pada Sabtu saat ia memenangi nomor tunggal putri SL4.

Setelah target tercapai, pundi-pundi emas Indonesia terus berdatangan, hingga tim Merah Putih menutup hari Sabtu dengan koleksi 101 emas, 103 perak, dan 88 perunggu, demikian catatan laman resmi APG 2025 pada Sabtu ini pukul 22.45 WIB.

Jumlah emas ini mengokohkan Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara, unggul jauh dari Malaysia di peringkat tiga yang mendapatkan 49 emas, 43 perak, dan 60 perunggu. Thailand sebagai tuan rumah masih nyaman di puncak klasemen dengan 143 emas, 135 perak, dan 117 perunggu.

Dua cabang olahraga dari Indonesia pada hari ini keluar sebagai juara umum. Para judo menjadi juara umum setelah menambah tiga medali emas pada pertandingan hari terakhir, Sabtu, di MCC Hall, The Mall Korat, Nakhon Ratchasima.

Emas itu sumbangkan oleh Fajar Pambudi dari nomor J1/J2 95 kilogram (kg) putra, Yovan Rate Aziz dari nomor J2 64 kg putra dan Siyamsih dari nomor J1/J2 60 kg putri.

Total, para judo Indonesia di ASEAN Para Games edisi ke-12 ini mendapatkan total tujuh emas, tiga perak, dan satu perunggu untuk menjadi juara umum, mempertahankan prestasi pada edisi sebelumnya di Kamboja tahun 2023 yang juga berpredikat sebagai juara umum setelah mengoleksi 11 medali emas dan lima medali perak.

Prestasi yang sama juga didapatkan oleh tim para panahan Indonesia, dengan menjadi juara umum setelah mengoleksi total lima emas, satu perak, dan dua perunggu. Prestasi ini terasa lebih spesial karena mampu membalaskan dendam kepada Thailand, yang kala itu menjadi juara umum pada APG 2022 yang digelar di Solo, Indonesia.

Baca juga: Para judo Indonesia menutup ASEAN Para Games 2025 sebagai juara umum

Baca juga: Indonesia juara umum para panahan APG 2025 Thailand

Kans juara umum juga sedang dikejar oleh para badminton yang sudah memenuhi target dari pemerintah untuk membawa lima emas dari Thailand. Total, para badminton Indonesia sudah mendapatkan lima emas dan empat perak.

Pada hari terakhir, Minggu (25/1), para badminton Indonesia berkesempatan menambah emas dari delapan nomor yang masuk final, yang tiga nomor di antaranya sudah pasti didapatkan karena terjadi "All Indonesian Final".

Tiga nomor "All Indonesian Final" ini adalah dari tunggal putra SL4 antara Hikmat Ramdani melawan Fredy Setiawan, tungga putra WH2 antara Supriadi melawan Wiwin Andri, dan juga pada nomor ganda putra SL3-4.

Sementara itu, laju positif dicatatkan oleh para renang yang mendapatkan tujuh medali emas, yang membuat jumlah emas mereka saat ini berjumlah 22 emas.

Dari tujuh emas ini, dua di antaranya menjadi rekor baru di APG. Dua rekor ini dicetak oleh Jendi Pangabean pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu S9 putra dan tim estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra.

Torehan waktu 28,82 detik Jendi pada nomor tersebut memecahkan rekor sebelumnya 29,77 detik yang tertera atas nama dirinya sendiri.

Lalu, pemecah rekor selanjutnya datang dari tim estafet putra Indonesia, yang diperkuat Abdil Majid Rahman, Zaki Zulkarnain, Rino Saputra dan Jendi Pangabean. Tim estafet Indonesia ini memecahkan rekor APG nomor 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra dengan waktu tempuh empat menit 17,08 detik. Pencapaian itu melampaui rekor APG sebelumnya yang juga dimiliki tim Indonesia yakni empat menit 20,20 detik.

Baca juga: Indonesia diyakini bisa juara umum para bulu tangkis APG 2025

Baca juga: Indonesia capai 101 emas, lampaui target dua hari sebelum penutupan

Baca juga: Menpora minta atlet tetap total meski target emas sudah tercapai

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |