Jakarta (ANTARA) - Bek sayap Riccardo Calafiori menegaskan ambisinya membawa Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026 dengan lolos dari Babak Play-off Kualifikasi zona Eropa.
Dikutip dari laman resmi federasi, Rabu, menurutnya Italia sudah cukup lama absen tampil di Piala Dunia dan Calafiori akan berusaha keras untuk membawa Gli Azzuri berlaga pada edisi 2026.
"Menuju ke Piala Dunia adalah mimpi masa kecil. Saya tak sabar untuk memainkan pertandingan ini. Tekanan selalu ada, tidak ada artinya untuk menghindari itu," tegas Calafiori.
"Kami tahu betapa pentingnya untuk lolos, kami semua menginginkan hal yang sama. Mari mencoba untuk mewujudkan itu dan berpikir secara positif," sambungnya.
Terakhir kali Italia bermain di Piala Dunia adalah pada edisi 2014 di Brasil dan mereka harus tersingkir di fase grup karena menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup D, di bawah Kosta Rika dan Uruguay.
Baca juga: Marco Palestra tak menyangka dapat panggilan bela Timnas Italia
Pada dua edisi selanjutnya, Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia karena gagal melewati babak kualifikasi, di mana kedua kesempatan tersebut Gli Azzuri gagal pada fase play-off.
Saat ini, Italia memiliki peluang besar untuk menyudahi penantian kembali tampil di Piala Dunia 2026 dengan berlaga pada semifinal play-off Kualifikasi zona Eropa Jalur A dengan menghadapi Irlandia Utara di Stadion Gewiss, Bergamo, Kamis (26/3) waktu setempat.
Mengenai pertandingan ini, Calafiori menegaskan jika Italia harus fokus sejak menit pertama karena ini merupakan laga penting sehingga berbagai aspek perlu diperhatikan dengan baik.
"Kita harus fokus pada bola mati melawan mereka karena mereka (Irlandia Utara) bisa sangat berbahaya, tetapi kita juga bisa berbahaya. Bola mati dalam sepak bola modern dapat membuat perbedaan," jelas Calafiori.
Baca juga: Gattuso targetkan Italia menangi dua laga play-off UEFA
Baca juga: Caicedo: Ekuador tidak boleh puas hanya karena lolos Piala Dunia 2026
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































