Memaknai “ekonomi” Lebaran di tengah badai geopolitik global

3 hours ago 3
Jika dikelola dengan baik, Lebaran dapat menjadi pijakan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.

Jakarta (ANTARA) - Idul Fitri 1447 H hadir dalam situasi yang tidak sepenuhnya bersahabat. Lanskap global masih dibayangi ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu gejolak harga energi sekaligus menggerus kepercayaan pelaku pasar dunia.

Dalam situasi seperti ini, Indonesia menyambut Lebaran 2026 dengan sikap yang lebih terukur, bukan dalam bayang-bayang pesimisme, melainkan dalam kerangka realisme yang matang dan penuh kehati-hatian.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, Lebaran tetap menjadi kekuatan yang unik dalam perekonomian Indonesia.

Selama puluhan tahun, Idul Fitri berfungsi sebagai mesin redistribusi ekonomi yang paling organik. Aktivitas mudik bukan hanya perpindahan manusia, tetapi juga pergerakan ekonomi yang menjangkau hingga ke lapisan paling bawah.

Kajian Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa mudik berkontribusi sekitar 1,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan, dengan konsumsi rumah tangga meningkat 15 hingga 20 persen dibandingkan bulan normal.

Angka ini memperlihatkan betapa besar dampak ekonomi dari momentum sosial yang selama ini dianggap sebagai tradisi.

Perputaran ekonomi ini terasa nyata di berbagai daerah. Dari pedagang kaki lima hingga pengusaha UMKM, Lebaran menjadi momen yang membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Aktivitas ekonomi meningkat, transaksi bertambah cepat, dan sektor informal mendapatkan ruang untuk tumbuh.

Dalam banyak kasus, Lebaran bahkan menjadi titik penopang bagi ekonomi rumah tangga yang selama setahun penuh berada dalam tekanan.

Namun, kekuatan ini tidak hadir tanpa catatan kritis. Lebaran 2026 datang dengan tekanan yang lebih kompleks dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah proyeksi mudik Idulfitri 2026 tingkatkan perputaran ekonomi

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |