Jakarta (ANTARA) - Program revitalisasi pasar rakyat di Jakarta dinilai menjadi komitmen Pemerintah Provinsi DKI dalam menghidupkan ekonomi kerakyatan.
"Revitalisasi Pasar Kombongan membuktikan bahwa pasar tradisional tidak ditinggalkan oleh kemajuan, justru didorong untuk terus beradaptasi dan berkembang," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Al Fatih di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, langkah Pemprov DKI yang berhasil mengoperasikan kembali Pasar Kombongan, Kemayoran setelah lima tahun terbengkalai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan melalui revitalisasi pasar rakyat.
Ia mengatakan, revitalisasi Pasar Kombongan tidak sekadar menghadirkan pasar yang lebih modern dan tertata, tetapi juga ramah lingkungan.
Hadirnya fasilitas pendukung seperti sertifikat laik fungsi (SLF), sistem pembayaran digital melalui QRIS, hingga pemanfaatan panel surya, kata dia, menunjukkan bahwa pasar tradisional diarahkan untuk bertransformasi agar tetap relevan dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman.
Meski demikian, Al Fatih mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi, salah satunya terkait aksesibilitas kendaraan menuju pasar.
Baca juga: Pramono resmikan Pasar Kombongan usai mangkrak empat tahun
Dia mengapresiasi instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kepada wali kota untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan, mengingat akses yang memadai menjadi kunci kelancaran aktivitas pasar serta kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
"Kami berharap revitalisasi tidak berhenti di Pasar Kombongan saja, namun harus menyasar pasar-pasar yang lama mangkrak lainnya," ujarnya.
Selain pembenahan fisik, ia juga menekankan pentingnya kesiapan pasar rakyat dalam beradaptasi dengan ekosistem digital.
Menurut dia, pasar perlu didorong untuk masuk ke layanan belanja daring, pengantaran cepat, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai platform digital agar mampu bersaing dengan model belanja modern.
"Dengan pendampingan yang tepat, pasar rakyat justru memiliki keunggulan dari sisi kesegaran produk, kedekatan sosial, dan harga yang lebih berkeadilan," katanya menambahkan.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Pasar Kombongan di Kemayoran, Jakarta Pusat usai direvitalisasi setelah mangkrak selama empat tahun.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Pramuka penting dilakukan untuk kenyamanan bersama
Baca juga: Pram sebut revitalisasi Pasar Taman Puring tunggu kesepakatan pedagang
“Pasar Kombongan sudah mangkrak selama 4–5 tahun. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Pramono saat dijumpai di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan, revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat yang sebelumnya sempat terbengkalai.
Kini, pasar tersebut tampil lebih representatif dengan dua lantai yang mampu menampung 121 kios dan 50 los.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































