Pamekasan (ANTARA) - Relawan asal Pulau Madura, Jawa Timur membangun jembatan penghubung di lokasi banjir bandang di Aceh Timur dari hasil penggalangan dana konser amal yang digelar pada 1 Januari 2026.
Pembangunan dilakukan di Desa Matang Payang, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur yang menghubungkan Desa Bagok Panah, Kecamatan Darul Aman, Kecamatan Darul Aman.
Humas Relawan Madura dari Yayasan Bawang Mas Center (BMS) Pamekasan M Khairul Umam mengatakan, pembangunan jembatan itu karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, dan dilaksanakan secara gotong royong oleh relawan bersama TNI setempat.
"Pembangunan jembatan ini kami lakukan pada hari ke-10 setelah tim relawan dari Madura tiba di Aceh dan hingga saat ini masih berlangsung," katanya dalam keterangan yang diterima ANTARA di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu malam.
Khairul menjelaskan, jembatan yang dibangun dari hasil konser amal itu diberi nama 'Jembatan Teratan Madura-Aceh'.
Baca juga: Slank sumbangkan hasil konser di Bali untuk korban bencana di Sumatera
Nama ini, sambung dia, sebagai simbol persaudaraan lintas daerah antara Madura yang dikenal dengan sebutan 'Serambi Madinah' dan Aceh yang dikenal dengan 'Serambi Makkah'.
Selain membangun jembatan, sumbangan warga Madura dari kegiatan konser amal yang mencapai Rp1,1 miliar itu juga juga disalurkan dalam bentuk bantuan untuk menunjang keberlangsungan pendidikan, seperti komputer, seragam sekolah, serta alat tulis.
Proses penyaluran donasi oleh para relawan ini membutuhkan waktu sekitar 15 hari, sementara pembangunan jembatan diperkirakan hingga 30 hari.
Sementara itu, berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 27 Januari 2026 menyebutkan, bahwa total jumlah korban tewas dari kejadian bencana banjir bandang yang terjadi tiga provinsi (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) yang terjadi pada November 2025 itu mencapai 1.201 orang, 113.600 orang mengungsi.
Korban tewas terbanyak berada di Aceh Utara, yakni 246 orang, dengan jumlah pengungsi sebanyak mencapai 33 ribu orang, dan sebanyak 142 orang yang masih dinyatakan hilang.
Tidak hanya itu saja, Aceh mengalami kerusakan terluas di bidang pertanian, yakni 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota. Kerusakan di Sumatera Utara seluas 37.318 hektare di 15 kabupaten/kota, dan Sumatera Barat seluas 6.451 hektare di 14 kabupaten/kota.
Total wilayah terdampak dari tiga provinsi itu mencapai 53 kabupaten/kota dengan total jumlah bangunan rusak mencapai 175.050 unit.
Bencana yang terjadi akibat hujan ekstrem itu, juga merusak 215 fasilitas kesehatan serta 4.546 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 866 jembatan, serta 2.165 jalan.
Baca juga: Pemprov Lampung serahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Aceh
Baca juga: BNPB: Bantuan logistik untuk bencana Sumatera capai 1,7 ribu ton
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































