Jakarta (ANTARA) - Petugas kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian lajur ke arah berlawanan (contra flow) di ruas Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur, menyusul banjir yang merendam badan jalan tersebut sejak Kamis pagi.
Langkah itu dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan akibat genangan air setinggi 40-50 sentimeter (cm).
"Sementara kita berlakukan contra flow untuk khusus sepeda motor karena memang banjir sudah merendam Jalan DI Panjaitan ini sejak pagi tadi," kata Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sunaryo di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis.
Dia menyebutkan banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak sebelum pukul 05.00 WIB.
Ketinggian air yang mencapai sekitar 50 cm itu pun mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
"Banjir di ruas Jalan DI Panjaitan mulai sekitar jam 6 pagi. Air sempat naik hingga 50 sentimeter, dan saat ini masih cukup tinggi," ujar Sunaryo.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas dari kedua arah terdampak. Antrean kendaraan mengular sepanjang 500 meter hingga satu kilometer, terlebih pada jam sibuk pagi hari.
Untuk meminimalisir kepadatan, petugas menerapkan contra flow khusus sepeda motor di satu lajur menuju persimpangan Halim Lama.
Baca juga: Banjir 50 cm rendam Jalan DI Panjaitan Jatinegara Jaktim
Selain itu, kendaraan dari arah UKI dialihkan dengan dibelokkan ke kiri menuju Jalan Otista Raya.
"Sementara kita berlakukan contra flow khusus untuk sepeda motor, satu lajur menuju persimpangan Halim Lama. Kemudian, dari arah UKI, kita belokkan ke kiri, ke Jalan Otista Raya," jelas Sunaryo.
Dia menambahkan rekayasa lalu lintas itu bersifat situasional dan akan dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Selain rekayasa lalu lintas, petugas kepolisian juga disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan memberikan arahan kepada pengendara.
Seiring berfungsinya pompa air di lokasi tersebut, ketinggian genangan dilaporkan mulai berangsur surut, yaitu dari sebelumnya sekitar 50 cm, kini berkurang menjadi sekitar 40 cm.
"Air sudah mulai surut sedikit karena pompa air sudah berfungsi," ucap Sunaryo.
Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Pengendara juga disarankan agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas selama penanganan banjir berlangsung.
Saat ini, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memantau perkembangan kondisi genangan air.
Baca juga: Banjir 135 cm rendam Kebon Pala, warga bertahan di lantai dua
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Barat (Jakbar) terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di kedua wilayah itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1), sehingga menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3.
Kemudian, lanjut Yohan, beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air sehingga menyebabkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan mengakibatkan 17 RT terendam banjir.
Terkait ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, kata dia, khususnya di Jakarta Timur, mencapai 1,3-1,5 meter sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm.
"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," ujar Yohan.
Baca juga: 28 rute Transjakarta terdampak banjir Jakarta Kamis pagi
Baca juga: 17 RT di Jaktim dan Jakbar terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































