Jakarta (ANTARA) - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PORDASI 2026 yang berlangsung di Nusa Tenggara Timur pada 23 sampai 24 Januari dan dihadiri oleh 23 Pengurus Provinsi (Pengprov) secara langsung dan empat pengprov secara daring menghasilkan sejumlah keputusan dan program strategis.
“Rakernas adalah forum kerja untuk menyusun program yang realistis, menyatukan standar pembinaan atlet menuju prestasi internasional, memperkuat sinergi antara pusat dan daerah sesuai dengan tema Rakernas yang kita usung yaitu Kerja Nyata Untuk Pengembangan Prestasi Olahraga Berkuda Indonesia,” kata Ketua umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo, dikutip dari keterangan tertulis.
Rakernas PORDASI 2026 diisi dengan laporan evaluasi dan pencapaian di tahun 2025, serta program kerja tahun 2026 dari masing-masing komisi yakni Komisi Pacuan, Komisi Equestrian, Komisi Horseback Archery & Tent Pegging, Komisi Polo, dan Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda.
Beragam pencapaian prestasi juga berhasil diraih PORDASI disepanjang tahun 2025 yang merupakan hasil kerja keras dari seluruh komisi. Adapun beberapa pencapaian prestasi di tingkat regional dan internasional adalah ketika Tim Equestrian Indonesia berhasil menyumbangkan dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu dari ajang SEA Games Thailand 2025.
Selain itu terdapat pula prestasi Tim HBA (Horse Back Archery) Indonesia yang menembus peringkat kedua dunia di ajang IHAA World Championships 2025, yang dibarengi dengan keberhasilan dua atlet HBA Indonesia memecahkan rekor dunia di ajang bergengsi tingkat internasional tersebut.
Beberapa program akselerasi dari masing-masing komisi juga menjadi sorotan, seperti program pengembangan kembali KPI (Kuda Pacu Indonesia) yang didukung dengan sistem pemeriksaan DNA kuda yang digaungkan oleh Komisi Peternakan.
Berikutnya terdapat pula Komisi Equestrian yang fokus untuk menggelar 10 kejuaraan berkuda tingkat internasional yang terdiri dari tujuh kejuaraan Show Jumping (lompat rintangan) dan tiga kejuaraan Dressage (tunggang serasi), serta persiapan atlet menuju Asian Games Nagoya 2026.
Baca juga: Pordasi sebut ekosistem industri olahraga berkuda makin bagus
Komisi Horseback Archery & Tent Pegging juga melaksanakan perubahan Peraturan Organisasi (PO) terkait peraturan pertandingan yang lebih disesuaikan dengan kelas-kelas pertandingan di tingkat internasional.
Dalam peraturan baru tersebut, kesejahteraan kuda menjadi topik utama yang dikedepankan. Selain itu, Komisi tersebut juga tengah mempersiapkan Timnas Tent Pegging Indonesia yang akan berlaga di ITPF World Cup Qualifier yang akan digelar di Yordania di penghujung Januari 2026.
Sementara itu, Komisi Polo akan mengirimkan atlet-atletnya untuk berlatih tanding di luar negeri demi meningkatkan kemampuan dan pengalaman. Sejumlah jadwal latih tanding baik di dalam dan luar negeri pun telah disusun untuk pengembangan olahraga berkuda polo di Indonesia.
Terakhir terdapat laporan Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda yang tengah mencanangkan pemberlakuan Sertifikat Kuda Indonesia (SKI).
Sejumlah program-program pelatihan dan sertifikasi SDM olahraga berkuda di Indonesia di bawah pengawasan komisi tersebut juga akan segera dilaksanakan pada 2026, di samping Program Stable Rating juga akan segera digelar dalam rangka standarisasi stable-stable berkuda di Indonesia.
Untuk mendukung seluruh kegiatan tersebut, PP PORDASI kini tengah mempersiapkan kantor pusat yang akan segera rampung dan nantinya akan menjadi pusat informasi, kegiatan pelatihan dan sertifikasi SDM bagi pengembangan prestasi olahraga berkuda di tanah air.
“Prestasi tidak lahir secara kebetulan, semua butuh perencanaan yang matang, latihan yang konsisten, dukungan SDM yang memiliki kapabilitas, serta organisasi yang tertib. Mari kita jadikan Rakernas PORDASI 2026 ini sebagai ruang kerja nyata, bukan sebatas forum administratif atau rutinitas tahunan saja, namun di sinilah kita susun segala rencana, program nyata demi maju dan berkembangnya olahraga berkuda di Indonesia,” pungkas Aryo.
Baca juga: IRS Award 2026 wujud apresiasi kepada pelaku olahraga berkuda
Baca juga: KONI ingin cabang KN Pordasi masuk dalam federasi internasional
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































