Pusdalops catat 209 luka dan 60 orang hilang akibat bencana Sumut

1 month ago 17

Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 209 orang mengalami luka-luka dan 60 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana alam yang melanda provinsi itu.

Berdasarkan laporan yang diterima di Medan Senin, sebanyak 209 orang yang luka dan 60 masih hilang tersebut tersebar di empat dari 19 kabupaten/kota di Sumut yang terdampak bencana.

Pusdalops mendata 209 yang mengalami luka-luka tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara tiga orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 11 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 127 orang dan Kota Sibolga 68 orang

Sedangkan korban yang masih dinyatakan hilang tersebar di Kabupaten Tapanuli Utara dua orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 37 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 20 dan Kabupaten Humabang Hasundutan.

Baca juga: BNPB: Distribusi bantuan capai 1.361 ton untuk Aceh, Sumut dan Sumbar

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut

"Data merupakan update 26 Desember 2025 pukul 17.00 WIB," ujarnya.

Pusdalops mendata 19 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam yakni Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Sibolga. Selain itu Kabupaten Deliserdang,Kabupaten Serdangberdagai,Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Kemudian Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, serta Kabupaten Batubara.

Baca juga: TNI AL kerahkan 20 kapal perang percepat pemulihan bencana Sumatera

Baca juga: PMK: Pemerintah tegas tertibkan aktivitas ekstraktif berskala besar

Baca juga: Kardinal: Seluruh Paroki Katolik bantu korban bencana di Aceh-Sumbar

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |