Kemenkum Kepri ambil sumpah anak berkewarganegaraan ganda jadi WNI

2 hours ago 2
"Ketiganya secara resmi menjadi WNI terhitung sejak pengambilan sumpah setia tersebut,"

Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau (Kemenkum Kepri) telah melaksanakan pengambilan sumpah setia terhadap tiga anak berkewarganegaraan ganda (ABG) menjadi Warga Negara Indonesia atau WNI.

"Ketiganya secara resmi menjadi WNI terhitung sejak pengambilan sumpah setia tersebut," kata Kepala Kanwil Kemenkum Kepri Edison Manik di Tanjungpinang, Rabu (1/4).

Prosesi pengambilan sumpah ketiganya dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenkum Kepri, Selasa (31/3) di Aula Ismael Saleh, Tanjungpinang, yang disaksikan pihak keluarga bersangkutan, lalu segenap pimpinan dan jajaran Kanwil Kemenkum Kepri, serta rohaniawan beragama Islam.

Adapun ketiga ABG yang dikukuhkan jadi WNI itu bernama Muhammad Heyqal Hawazi, Nurul Azlyn, dan Siti Shyamia. Mereka merupakan anak hasil perkawinan campur antara WNI dan WNA asal Malaysia.

Edison menyebut pengambilan sumpah setia WNI ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2022 tentang perubahan atas PP Nomor 2 Tahun 2007 mengenai tata cara memperoleh, kehilangan, pembatalan, dan memperoleh kembali kewarganegaraan RI.

Menurutnya langkah ini merupakan ruang afirmatif negara dalam memberikan kepastian hukum bagi anak hasil perkawinan campur yang menghadapi kendala administratif dalam menentukan kewarganegaraan.

Edison menegaskan pengukuhan secara konstitusional ini bukan sekadar prosedur formal, melainkan manifestasi komitmen moral para warga negara baru untuk menjunjung tinggi nilai kebangsaan, menjaga integritas, dan berpartisipasi aktif dalam bingkai NKRI.

"Kegiatan ini merupakan manifestasi pelaksanaan tugas pelayanan hukum guna memberikan kepastian status kewarganegaraan," ujarnya.

Edison turut berpesan kepada WNI baru agar senantiasa menumbuhkan rasa cinta tanah air, lalu menjaga kesetiaan kepada NKRI, serta menghormati keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Pewarta: Ogen
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |