Bandung (ANTARA) - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperluas ekspansi kedaulatan pangan dengan menyulap lahan di wilayah Jatigede, Kabupaten Sumedang, menjadi kawasan budidaya sorgum berkelanjutan, berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk tokoh Jabar Umuh Muchtar.
"Pemanfaatan komoditas sorgum sebagai alternatif bahan pangan sekaligus sumber biomassa adalah komitmen PTDI melalui program TJSL dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan ekonomi berbasis potensi lokal," kata Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dalam keterangan di Bandung, Sabtu.
Kemitraan yang melibatkan Bos Persib Bandung tersebut, bertujuan memperkuat ekosistem pertanian terintegrasi, mulai dari pemberdayaan petani lokal hingga peningkatan nilai ekonomi sorgum sebagai pengganti pangan utama yang tahan kekeringan.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan industri kedirgantaraan, pemerintah, hingga organisasi sosial budaya seperti Paguyuban Pasundan.
Baca juga: Kementan kaji penggunaan hasil sorgum di Cirebon untuk pembenihan
Selain kerja sama lahan, PTDI juga menyepakati komitmen dengan Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk mengelola 10 hektare lahan sorgum di Jawa Barat.
Dalam kesepakatan ini, PTDI akan menyuplai dukungan teknologi dan mesin pengolahan sorgum hasil inovasi perusahaan.
"Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan solusi inovatif yang sejalan dengan penguatan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani," ujar Gita Amperiawan.
Sorgum sendiri dipilih karena memiliki keunggulan adaptasi tinggi dan mampu dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Saat ini, proyek percontohan telah berjalan di atas lahan 1,5 hektare dengan hasil positif, yang memicu rencana ekspansi besar-besaran lanjutan pada Mei 2026 mendatang.
Baca juga: Wagub Jabar sebut Cirebon jadi daerah percontohan pengembangan sorgum
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































