Program antariksa berawak China umumkan tugas untuk misi mendatang

3 weeks ago 21

Beijing (ANTARA) - China dijadwalkan akan meluncurkan dua misi berawak dan satu misi wahana kargo untuk pengoperasian stasiun luar angkasanya pada 2026, demikian menurut Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA).

CMSA menyampaikan bahwa seorang astronaut dari Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong atau Makau diharapkan akan melaksanakan misi penerbangan ke stasiun luar angkasa paling cepat tahun ini.

Seorang astronaut dari kru Shenzhou-23 akan melakukan eksperimen tinggal di orbit selama setahun, lanjut CMSA.

Saat ini, stasiun luar angkasa China beroperasi secara stabil di orbit dengan kinerja yang baik. Sejak memasuki tahap aplikasi dan pengembangan, program antariksa berawak China telah berhasil menyelesaikan enam misi berawak, empat misi kargo untuk pemasokan ulang, dan tujuh misi pembawa pulang wahana antariksa. Program tersebut juga telah melaksanakan peluncuran darurat pertama pada 2025.

Keenam kru astronaut telah menjalani tinggal jangka panjang di orbit. Sebanyak 13 aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA) atau spacewalk oleh astronaut serta beberapa kali pemindahan muatan (payload) aplikasi ke luar wahana antariksa telah dilaksanakan. Sejumlah misi perbaikan di luar wahana antariksa juga telah dilakukan, dan rekor dunia baru untuk durasi terlama dalam satu kali EVA oleh astronaut pun berhasil ditorehkan.

Seleksi gelombang keempat untuk kandidat astronaut, termasuk spesialis muatan dari Hong Kong dan Makau, juga telah rampung dilaksanakan.

Pengembangan berbagai tugas untuk program eksplorasi berawak negara itu di Bulan berjalan lancar, dengan sejumlah terobosan dicapai dalam secara bertahap.

China sedang menargetkan pendaratan berawak di Bulan pada 2030. Pengembangan produk-produk penerbangan utama, termasuk roket pengangkut Long March-10, wahana antariksa berawak Mengzhou, serta wahana pendarat (lander) Bulan Lanyue, berlangsung lancar. Sejumlah pengujian penting telah diselesaikan, termasuk uji pembatalan pada ketinggian nol untuk wahana Mengzhou, uji pendaratan dan lepas landas untuk wahana pendarat Bulan Lanyue, uji coba pembakaran statis (static fire test) dan uji demonstrasi dan validasi pada ketinggian rendah untuk sistem roket Long March-10, serta uji evakuasi (escape) pada tekanan dinamis maksimum untuk sistem wahana Mengzhou.

Pada 2026, China akan mengintensifkan upaya untuk memajukan pembangunan fasilitas dan peralatan pendukung bagi misi Bulan di Situs Peluncuran Wahana Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan, serta pengembangan sistem pendukung di darat.

Sejak dirintis dan diimplementasikan, program antariksa berawak China secara konsisten menjunjung prinsip penggunaan damai, kesetaraan, manfaat bersama, dan pembangunan bersama, serta secara aktif mendorong kerja sama dan pertukaran internasional dalam bidang penerbangan antariksa berawak.

Pada 2025, China dan Pakistan menandatangani perjanjian mengenai seleksi dan pelatihan astronaut. Proses seleksi tersebut berjalan lancar. Menurut CMSA, seorang astronaut Pakistan akan berpartisipasi dalam misi penerbangan jangka pendek sebagai spesialis muatan untuk melaksanakan eksperimen ilmiah di stasiun luar angkasa China.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |