Jelang puncak balik, BPH Migas: Stok BBM di tol Bandung Barat tersedia

3 hours ago 4
Disediakan mobile storage atau SPBU kantong dengan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax, yang disiagakan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU,

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok BBM di ruas jalan tol wilayah Bandung Barat, Jabar, tersedia dan memadai menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 pada pekan ini.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa mengatakan, masyarakat dapat melakukan pengisian BBM dan beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai kota tujuan.

Pada Senin (23/3/2026), Wahyudi memantau langsung SPBU 149B dan SPBU 125B di ruas Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), Bandung Barat.

Wahyudi menjelaskan, kedua SPBU berada di lokasi strategis karena menghubungkan bagian selatan Jabar dengan Bandung dan Jakarta.

Baca juga: BPH Migas jamin stok BBM nasional aman untuk arus balik

"Kedua SPBU ini cukup luas dan nyaman. Merupakan SPBU transit bagi masyarakat, yang melakukan perjalanan pada arus balik ini, baik dari wilayah Garut, Tasikmalaya, serta Jawa wilayah selatan, ke arah Bandung maupun Jakarta, semua produk BBM tersedia," ungkap Wahyudi.

Sepanjang periode libur Idul Fitri 2026, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax di kedua SPBU ini mengalami kenaikan 5-10 persen.

"Sementara Biosolar, turun 30 persen, mengingat adanya pembatasan beroperasinya kendaraan besar roda enam atau tiga sumbu ke atas saat Lebaran ini," imbuhnya.

Wahyudi menjelaskan, PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan SPBU kantong berupa mobil tangki yang bersiaga penuh menjaga ketersediaan BBM di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Baca juga: Libur Lebaran, BPH Migas: Pasokan BBM di kawasan Bopunjur terkendali

"Disediakan mobile storage atau SPBU kantong dengan 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax, yang disiagakan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat untuk mempercepat pengisian stok BBM di SPBU," ujar Wahyudi.

Pada pemantauannya, Wahyudi yang didampingi Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman, juga melakukan pengecekan mutu dan volume BBM yang ke luar dari nozzle di SPBU melalui uji berat jenis.

Hasil yang didapat, menurut dia, ukuran dan kualitas BBM telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Alhamdulillah, masyarakat pasti mendapatkan BBM per liternya sesuai toleransi yang ditetapkan Pertamina Patra Niaga maupun pihak metrologi. Tadi, kita juga sudah melihat dan membuktikan perbandingan antara Pertamax, Pertalite, dan Biosolar, yang dikirim sebelum diturunkan ke tangki timbun, dengan warna sama semuanya, tidak ada perubahan dengan produk yang disalurkan ke masyarakat, sehingga secara kualitas sudah sesuai standar," ujarnya.

Baca juga: Puncak arus mudik, BPH Migas: Ketersediaan energi aman

Wahyudi pun mengimbau masyarakat yang akan melakukan arus balik, seyogyanya mengisi BBM secukupnya dan menghindari daerah yang berpotensi rawan kemacetan sehingga perjalanannya lancar, aman dan nyaman.

Sementara itu, Sales Branch Manager Bandung Fuel Pertamina Patra Niaga Zico Aldillah Syahtian mengungkapkan, pihaknya senantiasa memastikan stok BBM di SPBU terjaga di level aman dengan melakukan penambahan stok BBM secara berkala.

Selain itu, juga terdapat layanan tambahan berupa motorist sebagai alternatif pengisian BBM bagi kendaraan membutuhkan BBM saat terjebak kemacetan.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |