Produser Musikal Perahu Kertas janjikan kisah murni novel Dee Lestari

2 weeks ago 18

Jakarta (ANTARA) - Produser "Musikal Perahu Kertas" dari Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menjanjikan penyajian kisah murni yang diadaptasi dari novel karya Dewi "Dee" Lestari bertajuk "Perahu Kertas" dalam pementasan mendatang.

Billy memastikan bahwa fokus utama cerita akan beralih dari sekadar mengangkat sisi romansa menjadi dipenuhi perjuangan meraih mimpi.

"Justru kita tidak berbeda dengan novel tapi mengadaptasi murni (pure) dari novel. Jadi yang berbeda memang dari film... ini (Musikal Perahu Kertas) romansanya menjadi elemen sekunder, " kata Billy di Jakarta, Rabu.

Billy menyebut salah satu bedanya set familier di tempat yang juga muncul dalam film layar lebarnya yaitu "pemadam kelaparan" hanya muncul pada dialog pementasan bukan sebagai detail di atas panggung.

"Ya itu menjadi satu kata 'tagline' yang cukup dikenal di novel dan di film itu di kita tidak kita wujudkan dalam atas panggung, ini sedikit bocoran. Tapi tetap dihadirkan dalam naskah, dalam dialognya gitu," kata Billy.

Baca juga: Teater Indonesia saingi kualitas global lewat Musikal Perahu Kertas

Fokus utama diarahkan pada proses penciptaan karya dan ambisi dari setiap karakter di dalamnya.

Dunia imajinatif Kugy sebagai seorang pendongeng akan menjadi elemen yang paling ditonjolkan melalui bantuan teknologi visual panggung.

Penulis skenario Musikal Perahu Kertas Widya Arifianti atau Bida mengatakan keaslian cerita imajinatif yang ditulis oleh Dewi "Dee" Lestari dalam novel akan lebih kuat divisualkan dalam pementasan mendatang.

"Kami ingin menjaga rohnya, ceritanya dari Ibu Dewi... karena di sini Kugy ini adalah seorang pendongeng, tentu (of course) kami akan mengedepankan dunia imajinatifnya," kata Bida.

Meski setia pada novel, tim produksi tetap harus memilih adegan yang dikedepankan untuk menyesuaikan durasi panggung yang terbatas.

"Pemilihannya tentunya juga dari awal... memilah-milih adegannya itu sudah bersama dengan Bu Dee, nge-'study' gitu. Jadi apa yang akan diangkat di atas panggung," kata Bida.

Sebanyak 21 lagu disiapkan untuk memperkuat suasana latar, di mana dua judul lagu yang baru sudah dirilis bertajuk "Miliaran Manusia" dan "Agency".

Baca juga: Pemeran "Musikal Perahu Kertas" ungkap target terdekat jelang Ramadhan

Penggunaan konsep interaksi langsung aktor dengan penonton atau "breaking the fourth wall" juga tidak dikedepankan dalam pementasan teater itu.

Strategi itu diambil agar audiens bisa masuk sepenuhnya ke dalam dunia imajinatif Kugy dan Keenan.

Nuansa cat air yang menjadi ciri khas identitas visual dari perjalanan cerita orisinal Perahu Kertas diadaptasi penuh ke dalam elemen panggung, lewat penggunaan boneka-boneka di set (puppets) menjadi strategi untuk menghidupkan warna unik dalam cerita novel yang sebelumnya sulit divisualisasikan secara nyata.

"Gimana puppets ini sebenarnya juga menjawab berbagai tantangan kreatif saat menyadur si buku ini ke panggung... karena ini sangat imajinatif, sangat eksploratif. Kita liat posternya aja luar biasa, ini sangat 'water color'," kata Billy lagi.

Masyarakat dapat menyaksikan hasil alih wahana yang puitis ini mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur Jakarta. Tiket pementasan sudah tersedia dan dapat dipesan secara daring melalui laman resmi loket.com/musikalperahukertas untuk total 21 pertunjukan.

Baca juga: Dua lagu orisinal pertunjukan "Musikal Perahu Kertas" baru dirilis

Baca juga: Bunga Reyza hidupkan kembali lagu "Tahu Diri" ciptaan Dewi Lestari

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |