Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, dan menyatakan progres penanganan telah mencapai hampir 100 persen, seiring seluruh warga terdampak yang kini telah menempati hunian layak menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Semua sudah masuk ke hunian-hunian sementara maupun tetap. Listrik juga hampir semuanya sudah jalan, hanya tersisa lima desa di seluruh Aceh yang memang medannya sulit. Bantuan semua sudah turun ke rakyat,” ujar Presiden Prabowo usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Sabtu.
Kawasan Hunian Sementara (Huntara) Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (20/3/2026). (ANTARA/HO)Dalam kunjungan tersebut, Presiden memastikan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada relokasi warga dari tenda pengungsian, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, serta distribusi bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
Pemulihan ini turut didukung oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama sejumlah BUMN karya melalui penyediaan kawasan Huntara yang dibangun di jalur lintas Banda Aceh–Medan.
Hunian sementara tersebut dirancang sebagai lingkungan mandiri dengan masing-masing unit berukuran 4,5 meter x 4,5 meter sesuai standar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain sebagai tempat tinggal, kawasan Huntara dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain sanitasi, dapur umum, area cuci, hingga akses internet, serta sarana ibadah berupa Masjid Darussalam yang menjadi pusat kegiatan warga selama momentum Idul Fitri.
Presiden Prabowo meninjau langsung pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/3/2026). (ANTARA/HO)Di sektor layanan dasar, Hutama Karya juga mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau yang mampu memasok air bersih dengan kapasitas 40 liter per detik guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perusahaan tersebut juga terlibat dalam rehabilitasi infrastruktur konektivitas, termasuk perbaikan Jembatan Lawe Mengkudu dan Jembatan Penanggalan, serta pembersihan material kayu di sejumlah titik vital untuk memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani dalam keterangan resmi pada Sabtu menyatakan seluruh fasilitas di kawasan Huntara telah berfungsi optimal untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat.
Presiden Prabowo meninjau langsung pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/3/2026). (ANTARA/HO)“Fokus kami adalah memastikan warga Aceh Tamiang dapat merayakan hari kemenangan ini dengan rasa aman dan nyaman. Huntara yang kami bangun telah dilengkapi listrik, air bersih, serta akses jalan internal yang memadai,” ujar Hamdani.
Presiden Prabowo juga mengapresiasi kerja sama lintas kementerian, lembaga, dan BUMN yang dinilai berperan besar dalam percepatan pemulihan, sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak dapat segera pulih.
Baca juga: Presiden: Bangkit cepat, pemulihan Aceh Tamiang hampir 100 persen
Baca juga: Mendagri dampingi Presiden rayakan Idul Fitri di Aceh Tamiang
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































