Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri sesi retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, Jumat, sebagai bagian dari rangkaian acara KTT ke-48 ASEAN.
Dipantau dari siaran YouTube Sekretariat Kabinet di Jakarta, Jumat, Presiden Prabowo Subianto tiba di tempat pelaksanaan retreat dengan mengendarai mobil kenegaraan MV3 Garuda Limousine atau Maung Garuda berwarna putih.
Kendaraan berjenis SUV-limousine produksi dalam negeri tersebut tampak mencolok di antara mobil sedan berwarna hitam yang digunakan oleh para kepala negara dan kepala pemerintahan peserta KTT lainnya.
Baca juga: Di KTT Ke-48, Prabowo ajak negara anggota jadikan ASEAN zona damai
Presiden tampil dengan setelan jas seragam dengan kepala negara peserta lainnya, namun mengenakan peci hitam dan kacamata hitam saat turun dari kendaraan.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung disambut oleh para pimpinan negara anggota ASEAN yang telah menunggu untuk memulai agenda formal. Prosesi keprotokolan dimulai dengan persiapan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh pemimpin negara Asia Tenggara sebagai simbol kebersamaan.
Dalam rangkaian prosesi resmi tersebut, para pemimpin negara juga melakukan "ASEAN Handshake" atau jabat tangan khas ASEAN dengan menyilangkan tangan. Tradisi ini dilakukan secara serentak sebagai bentuk penegasan solidaritas regional di tengah berbagai dinamika geopolitik yang sedang berkembang di kawasan maupun global.
Sesi retreat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan pembuka oleh Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr. selaku tuan rumah KTT ke-48 ASEAN. Dalam pidatonya, Presiden Marcos Jr. menjabarkan berbagai tantangan berat yang saat ini sedang menghantam kawasan, mulai dari ketidakpastian situasi dunia hingga gangguan pada rantai pasok global.
Ferdinand Marcos Jr. juga menyoroti dampak nyata dari konflik global yang terus berlanjut terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di Asia Tenggara. Ia menegaskan perlunya langkah konkret dalam menghadapi rivalitas kekuatan besar dunia serta penguatan keamanan sumber daya melalui visi masa depan ASEAN 2045.
Baca juga: Diplomasi peci hitam berlanjut, Prabowo hadiri puncak acara KTT ASEAN
Baca juga: Presiden Prabowo ajak ASEAN percepat jaringan energi di kawasan
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































