Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menindak tegas siapapun pelaku rasisme tanpa tebang pilih, termasuk jika hal itu dilakukan oleh keluarga dari aparat.
Dia menyampaikan hal itu guna merespons video viral seorang perempuan yang membuat konten lomba komentar paling rasis dengan hadiah Rp100 ribu. Setelah menuai kecaman publik, perempuan itu juga menyatakan dirinya tidak takut dilaporkan karena mengaku kedua orang tuanya merupakan perwira polisi.
"Siapa pun pelakunya, termasuk jika berasal dari keluarga aparat, tetap wajib diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Abdullah di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Legislator dukung Polri berada di bawah presiden
Dia menegaskan tidak ada seorang pun yang kebal hukum dalam kasus tindakan rasis. Dia pun mencontohkan kasus YouTuber dan streamer Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias “Resbob” yang diproses hukum hingga dipidana karena menghina suku Sunda.
“Pembuat konten rasis tersebut nasibnya bisa seperti Resbob jika terbukti melanggar hukum, baik Undang-Undang ITE, Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, maupun KUHP,” kata dia.
Menurut dia, membuat lomba komentar rasis di media sosial bukan candaan digital, melainkan tindakan yang berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi memperuncing konflik horisontal, merusak harmoni sosial, serta mengganggu ketertiban umum.
Baca juga: Said Abdullah sebut ambang batas parlemen idealnya 5,5 hingga 6 persen
Selain membuktikan benar atau tidaknya pernyataan tersebut, dia mengatakan bahwa hal yang paling penting adalah kepolisian wajib proaktif menangani kasus ini secara cepat, profesional, dan transparan agar tidak muncul kesan adanya perlindungan terhadap pelaku.
“Mengingat dampaknya sangat serius, tidak boleh ada toleransi dan normalisasi terhadap segala bentuk rasisme digital. Jika dibiarkan, akan muncul banyak konten serupa demi viralitas dan engagement media sosial,” kata dia.
Baca juga: Legislator soroti klinik kecantikan ilegal, minta Polri bertindak
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































