Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan sebagian besar wilayah Jakarta yang terendam banjir sudah surut dan layanan transportasi telah beroperasi normal.
"Jakarta Barat yang paling berat, sudah surut. Jakarta Timur tinggal di Kampung Melayu, Bidara Cina dan Cawang ada beberapa genangan kecil," kata Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu.
Menurut dia, genangan-genangan air di beberapa lokasi tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan layanan transportasi yang ada. Bahkan, pompa-pompa yang dioperasikan untuk menjangkau lokasi terdampak banjir sudah ditarik kembali.
Adapun hari ini, cuaca Jakarta diprakirakan cerah. Kendati demikian, operasi modifikasi cuaca tetap disiapkan.
"Modifikasi cuaca, kalau memang diperlukan, kami siagakan sampai dengan tanggal 27 Januari," kata dia.
Baca juga: Banjir Jakarta mulai surut, kini tinggal 46 RT yang terendam
Selain itu, layanan transportasi di Jakarta sudah berjalan normal sejak pukul 03.00 WIB.
Hal ini diamini Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani. Dia menyampaikan, sebanyak 225 rute layanan Transjakarta telah beroperasi normal.
"Sebanyak 225 rute siap melayani pelanggan dengan lancar di seluruh wilayah operasional," kata dia.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 10.00 WIB, banjir masih dialami 14 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Utara dengan ketinggian air 30-80 cm.
Di Jakarta Timur, terdapat 13 RT yakni empat RT di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air 30-40 cm, empat RT di Kelurahan Kampung Melayu (80 cm), dan lima RT di Kelurahan Cawang (30 cm).
Sementara di Jakarta Utara air masih menggenangi satu RT di Kelurahan Kapuk Muara (40 cm).
Baca juga: 19 RT di Jakarta masih tergenang banjir pada Minggu pagi
Baca juga: Banjir Jakarta, hari ini rute Transjakarta dan Mikrotrans dialihkan
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































